Rabu , 20 Mei 2026

Dosen Faperika Unri Kembangkan Ekowisata Memancing di Kawasan Mangrove

PEKANBARU (pekanbarupos.co)–Mendukung pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat, Tim Dosen Pengabdian Masyarakat UNRI melakukan Pengembangan Ekowisata Memancing di kawasan ekowisata mangrove Desa Buruk Bakul, Kabupaten Bengkalis.

Kegiatan ini dihadiri 50 peserta dari berbagai kalangan, termasuk perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkalis, Kelompok Mangrove “Sekat Bakau” Desa Buruk Bakul, dan masyarakat setempat.

Kegiatan ini juga menghadirkan tiga narasumber ahli di bidang kelautan dan perikanan diantaranya Prof Nofrizal, SPi, MSi, PhD. Ia menyampaikan materi tentang pengembangan ekowisata memancing di kawasan ekowisata mangrove Desa Buruk Bakul.

Dalam paparannya, Prof Nofrizal menjelaskan kawasan mangrove memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata berbasis aktivitas memancing.

“Selain memperkuat pelestarian ekosistem mangrove, ekowisata ini juga diharapkan dapat menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara,” harapnya

Selanjutnya, Dr Romie Jhonnerie MSc, memberikan materi mengenai kepadatan penangkapan ikan terubuk yang didaratkan di Desa Buruk Bakul dan Desa Bukit Batu.

Ia menekankan daerah penangkapan ikan terubuk dan pentingnya menjaga keberlanjutan populasi ikan Terubuk di daerah tersebut.

“Ikan terubuk menjadi salah satu spesies ikan bernilai tinggi dan memiliki potensi besar untuk mendukung sektor perikanan lokal,” katanya.

Selain itu, Riska Fatmawati MSi, turut memaparkan dengan adanya pengelolaan yang baik dan melibatkan partisipasi masyarakat, kawasan mangrove ini dapat menjadi salah satu destinasi ekowisata unggulan di Kabupaten Bengkalis.

“Tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang indah, wisatawan juga dapat belajar tentang pentingnya ekosistem mangrove dalam mendukung kehidupan pesisir dan menjaga keseimbangan ekosistem laut”. Jelasnya

Keberhasilan Pengabdian Masyarakat Ekowisata Memancing yang dilaksanakan 20-21 September 2024 Lalu, berkat pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau melalui program desa binaan (Penugasan MBKM) tahun 2024.

Oleh karena itu, dukungan dari LPPM UNRI ini merupakan bagian dari komitmen universitas dalam mendukung kegiatan pengabdian masyarakat yang bersinergi dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), serta berkontribusi nyata dalam pembangunan dan pengembangan potensi lokal melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Dengan adanya pendanaan ini, program pengembangan ekowisata di Desa Buruk Bakul diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal, baik dari segi ekonomi, lingkungan, maupun social.”Jelasnya

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan potensi ekowisata di Desa Buruk Bakul, sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain untuk mengembangkan sektor ekowisata berbasis kelestarian lingkungan. (Rls)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *