Rabu , 20 Mei 2026

Tewasnya Buruh di Sungai, Ternyata Dibunuh Para Centeng Kebun 

Tim Opsnal Polsek Bagan Sinembah Saat mengevakuasi korban di Sungai Daun.met

BAGAN BATU (Pekanbarupos.co) — Tewasnya seorang buruh bernama Amirullah Harefa alias meri (50) warga Dusun Bhakti Jaya  rt 02 rw 02 Kepenghuluan Bhakti Makmur Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir mengapung di Sungai Sei Daun terkuak.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Polsek Bagan Sinembah, Ahad (19/2/2023) menyebutkan Korban Amirullah Harefa alias Meri (50)  sebelum tewas dan dibuang kesungai terlebih dahulu dianiaya oleh para centeng kebun kelapa sawit milik Hendrik Sembiring areal 500 hektar dusun Bhakti Kepenghuluan  Bhakti Makmur Kecamatan Bagan Sinembah.

Adapun kelima tersangka itu masing-masing berinisial M alias Mul (52), S alias Saniman (32), H alias Hendrik (31), MS alias Siregar (52) dan Sagi alias Sagi (52). Kelimanya merupakan warga Dusun Bakti Kepenghuluan Bakti Makmur Kecamatan Bagan Sinembah.

Kronologi pengungkapan kasus ini bermula saksi bernama Riski Syahputra (23) pada Selasa (14/2/2022) sekira pukul 22.30 WIB tepatnya di Simpang Stop Dusun Bakti Mulia Kepenghuluan Bakti Makmur Kecamatan Bagan Sinembah.

Saat itu, Riski Syahputra dan korban Amirullah pergi ke perkebunan tepatnya di areal tumbangan kelapa sawit (Replanting) milik Sembiring. Sesampainya di lokasi itu, Riski dan Amirullah mengambil berondolan bekas tumbangan sawit dan setelah itu keduanya keluar dari area.

Namun keduanya tidak bisa membawa brondolan yang telah diambil lantaran sepedamotor yang digunakan tidak memadai untuk membawa brondolan tersebut.

Pada saat keluar dari area itu dan masih di tengah perjalanan, Riski Syahputra dan korban Amirullah dikejar oleh Centeng menggunakan sepedamotor kurang lebih sebanyak 5 unit.

Saat dikejar, Riski Syahputra mendengar ada letusan seperti letusan senapan buatan (Gejlok) dan keduanya terjatuh dari sepedamotor dan berlari berpencar, dimana Amirullah berlari mengarah ke Sungai Daun sedangkan Riski Syahputra bersembunyi di dalam semak belukar perkebunan.

Pada saat Riski Syahputra bersembunyi, dirinya mendengar suara ‘Ampun bang, ampun bang, ampun bang’ dan mendengar suara diduga dari Centeng ‘Mana kau ha, mana kau ha’.

Setelah itu saksi Riski Syahputra tidak ada mendengar suara apa-apa lagi, tidak lama kemudian terdengar suara sepedamotor pergi meninggalkan TKP.

Kemudian Riski Syahputra memastikan situasi aman dan keluar dari area tersebut untuk kembali ke rumahnya. Setelah beberapa hari, dirinya tidak pernah bertemu dan melihat korban.

Dan pada hari Jumat (17/2/2023) sekira pukul 13.30 WIB, di wilayah Simpang Stop Dusun Bakti Mulia Kepenghuluan Bakti Makmur Kecamatan Bagan Sinembah, tepatnya di aliran Sungai Daun perbatasan Kabupaten Rokan Hilir (Riau) dengan Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Sumut) jasad korban ditemukan mengapung di permukaan sungai oleh seorang pemanen bernama Budi.

Saat melihat ada mayat korban, Budi melaporkan kepada pemilik kebun bernama Kadon dan pihak Polsek Bagan Sinembah untuk dilakukan evakuasi.

“Dari hasil pemeriksaan kami, korban dianiaya oleh para Centeng atau petugas keamanan kebun kelapa sawit milik Sembiring. Dimana saat ini, kebun kelapa sawit itu dikendalikan oleh keponakan Sembiring yang bernama Hendri Tarigan,” kata Kanit Reskrim Polsek Bagan Sinembah IPTU Ferlanda Oktora STrk SIK.(met)

Berita lengkapnya baca harian Pekanbaru Pos edisi Senin (20/2).

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *