Terinspirasi Saat Penangkapan Perampok Asal Rusia

Kapolres Bengkalis dan Kapolsek Mandau foto bersama. Mat
DURI (pekanbarupos.co) — Terinspirasi melihat salah satu prestasi yang ditorehkan oleh Kapolda Bali, Komjen Pol Petrus Golose yang berhasil mengungkap sekelompok bule perampok asal Rusia yang pernah dilakukan di Pulau Dewata. Melalui semangat dan motivasi tersebut, Kapolres Bengkalis bersama Kapolsek Mandau telah menayangkan pemutaran film dengan judul, ” Tanpa Ampun “.
Nonton film bersama yang juga dihadiri oleh rekan-rekan media tersebut berlangsung di bioskop yang ada di Plaza Mandau City (Mancy) Duri, Jalan Sudirman, Kecamatan Mandau, Rabu (22/2) beberapa hari lalu.
Kapolres Bengkalis, AKBP Bimo Setyo melalui Kapolsek Mandau, Kompol Haerul H kepada wartawan di sela- sela acara tersebut menyampaikan tujuan nonton film dengan judul, ” Tanpa Ampun ” ini adalah sebuah inspirasi dari kisah nyata sekelompok bule perampok asal Rusia. Pernah terjadi di Pulau Dewata, dan berhasil diungkap semasa kepemimpinan Komjen Pol Petrus Golose (KA BNN RI) saat jabat Kapolda di Bali.
Film yang diadopsi dari kisah nyata personel Polri yang berhasil mengungkap aksi perampokan terbesar di Bali tahun 2017 silam ini mulai tayang tanggal 2 Februari 2023 di bioskop-bioskop seluruh tanah air.
Menurut, Kompol Haerul bahwa kegiatan nobar ini dilaksanakan sesuai perintah dan petunjuk dari Kapolres Bengkalis agar personel jajaran Satuan Polres Bengkalis dan Satuan Polsek Mandau dan bhayangkari menonton film dengan judul Tanpa Ampun.
“Film ini menggambarkan keseriusan Polri dalam mengungkap dan menangani setiap kejadian yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Kapolsek Mandau Kompol Hairul.
Lanjut Kompol Hairul, diceritakan dalam film ini, komplotan perampok asal Rusia yang berkedok liburan di Bali melancarkan serangkaian aksinya, mulai dari perampasan senjata api milik anggota Polri, perampokan money charger dan pembobolan mesin ATM serta kasus lainnya.
Dalam aksinya, para perampok dengan ciri khas menggunakan topeng putih ini tidak segan menggunakan senjata api dan gas beracun untuk melumpuhkan korbannya bahkan mereka menggunakan alat peretas untuk merusak sistem jaringan/signal targetnya.
“Disini lah ditunjukkan profesionalisme Polri dalam penanganan kasus kejahatan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata yang cukup profesional dimana tim terdiri dari tim identifikasi, Dokpol, Brimob, CTOC (Counter Transnasional and Organizer Crime) dan Command Centre,” tambah Kompol Hairul.
“Pesan lain yang mau disampaikan dalam film ini adalah di negara Republik Indonesia ini tidak boleh ada premanisme dan kriminalisme di tengah masyarakat karena pelakunya pasti akan ditindak secara tegas dan terukur “tanpa ampun” oleh anggota Polri,” pungkas Kapolsek Mandau Kompol Hairul. (mat)
Berita lengkapnya baca harian Pekanbaru Pos edisi Sabtu (25/2).
Pekanbaru Pos Riau