Prihatin, Arus Mudik Sudah Dekat Jalintim Masih Banjir
PANGKALAN KERINCI (pekanbarupos.co)–Jalan Lintas Timur (Jalintim) KM 83 di Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, masih terendam banjir akibat limpahan air Waduk PLTA Koto Panjang.
Genangan yang mencapai lebih dari 50 cm ini bukan hanya menghambat arus lalu lintas, tetapi juga mengancam kelancaran distribusi barang dan perekonomian daerah.
Menyikapi kondisi ini darurat ini, Wakil Bupati Pelalawan, H Husni Tamrin, SH, langsung menggelar pertemuan dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau di Kantor BPJN Riau, Jumat (14/3/2025).
Dalam pertemuan itu, Husni Tamrin menegaskan bahwa penanganan banjir di Jalintim KM 72-84 harus menjadi prioritas utama, terutama menjelang arus mudik Idul Fitri yang sudah di depan mata.
“Kami tidak bisa tinggal diam. Kondisi ini darurat, dan kami kalau dikatakan meminta yang meminta kepada BPJN Riau untuk segera mencari solusi terbaik. Jangan sampai pemudik yang ingin berkumpul dengan keluarga terjebak banjir atau bahkan mengalami kecelakaan akibat jalan yang terendam air,” ujar Husni Tamrin dengan nada serius.
Selain itu, Husni Tamrin yang juga didampingi Pj Sekda Tengku Zulfan, SE, Al serta pimpinan OPD lainnya menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur menjelang arus mudik Idul Fitri, mengingat Jalan Lintas Timur merupakan jalur utama penghubung ke Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Indragiri Hilir (Inhil) juga sudah tentu ke Pulau Jawa.
Selain itu, Wabup juga menyoroti buruknya drainase di Kota Pangkalan Kerinci yang menyebabkan genangan air di berbagai titik. Ia meminta agar BPJN Riau turun tangan untuk memastikan sistem drainase berfungsi dengan baik, demi kenyamanan masyarakat.
“Kota Pangkalan Kerinci adalah wajah dari Kabupaten Pelalawan. Kami meminta BPJN untuk turut memberikan solusi dalam menangani masalah drainase yang tersumbat, agar kota ini terlihat lebih tertata dan nyaman bagi warganya,”pintu Wabup Pelalawan yang juga anggota DPRD Riau dua periode ini.
Menanggapi permintaan Pemkab Pelalawan, Kepala BPJN Riau, Dr. Ir. Yohanis Tulak Todingrara, M.T., menyatakan keprihatinannya atas kondisi banjir yang terus berulang. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya akan mencari solusi terbaik, termasuk kemungkinan membangun flyover atau bahkan mempertimbangkan proyek jalan tol sebagai alternatif jangka panjang.
“Kami memahami betapa pentingnya Jalintim bagi mobilitas masyarakat dan roda ekonomi. Kami akan berupaya mencari solusi terbaik agar masalah ini tidak terus berulang setiap tahunnya,” ujar Yohanis.
Sementara itu, warga yang terdampak banjir berharap agar solusi konkret segera direalisasikan. Tidak sedikit yang mengusulkan adanya truk towing murah atau bahkan gratis bagi kendaraan yang tidak bisa melintas.
“Kami bersyukur ada angkutan gratis untuk sepeda motor yang disediakan Pemkab Pelalawan dan HT Grup. Tapi bagaimana dengan mobil yang terendam? Biaya towing saat ini bisa mencapai Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta per unit. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah atau instansi terkait agar warga tidak terbebani biaya tinggi,” ujar seorang warga yang tengah berusaha melintas di Jalintim KM 83.
Kini, masyarakat menanti langkah konkret dari pemerintah dan BPJN Riau untuk menyelesaikan permasalahan ini. Akankah solusi yang dijanjikan benar-benar terealisasi sebelum arus mudik lebaran, Ataukah banjir di Jalintim akan terus menjadi mimpi buruk tahunan bagi pengguna jalan.(amr)
Pekanbaru Pos Riau