Sabtu , 4 Juli 2026

Penuh Haru, Bupati Zukri Lepas Jenazah Pejabat RSUD Pelalawan dan Putranya, Korban Kecelakaan di Tol Lampung

PANGKALANKERINCI(pekanbarupos.co)-Suasana duka menyelimuti Kota Pangkalan Kerinci, Sabtu (5/4/2025) siang. Ratusan pelayat memadati rumah duka di Jalan Akasia untuk memberikan penghormatan terakhir kepada drg Suhaeri (55), pejabat RSUD Selasih Pelalawan, dan putranya Mubaroq El Madani.

Keduanya meninggal dunia dalam kecelakaan tragis di ruas Tol Mesuji, Lampung, dalam perjalanan pulang dari kampung halaman usai merayakan Idul Fitri.

Tangis haru pecah saat Bupati Pelalawan H. Zukri Misran, didampingi Sekda Tengku Zulfan SE, Ak, Asisten Zulkifli S.Ag, serta sejumlah pejabat lainnya, memimpin pelepasan jenazah menuju lokasi pemakaman di pemakaman keluarga KM 5, Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat.

“Beliau orang baik, sosok ASN yang penuh dedikasi, dan telah banyak membantu masyarakat selama bertugas di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan,” ujar Bupati Zukri dalam sambutannya yang penuh keharuan, seraya menenangkan hati istri dan anak-anak almarhum yang tampak terpukul.

Dengan suara bergetar, Bupati juga mengingatkan tentang hakikat kematian sebagai takdir Allah yang tak bisa dimajukan atau ditunda walau sekejap. Ia pun menguatkan hati keluarga yang ditinggalkan, sembari menyampaikan pesan kebaikan yang terus mengalir bagi almarhum melalui sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa dari anak-anak yang shalih.

Bupati Zukri tak hanya hadir di rumah duka, namun juga ikut menyolatkan jenazah di Masjid Al-Azhim dan mengiringi ke liang lahat bersama para pelayat yang larut dalam duka mendalam.

Sebelumnya, kecelakaan tragis terjadi pada Jumat pagi (4/4/2025) sekitar pukul 05.05 WIB. Toyota Fortuner yang dikemudikan langsung oleh drg Suhaeri menabrak bagian belakang truk trailer di Tol Mesuji, Lampung.

Saat itu, beliau tengah dalam perjalanan kembali ke Pangkalan Kerinci bersama istri dan keempat anaknya usai pulang kampung dari Madura.

Diduga kondisi tubuh almarhum saat itu kurang fit. Sebelum melanjutkan perjalanan, ia sempat beristirahat di rest area dan mengonsumsi obat untuk mencegah sakit. Namun, kelelahan dalam perjalanan panjang tak bisa dielakkan, hingga menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa drg Suhaeri di lokasi kejadian.

Putranya, Mubaroq, yang duduk di belakang kursi sopir, juga mengalami luka berat. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit Mesuji Health Care, nyawanya tak tertolong.

Sementara anak lainnya, Dani, yang duduk di samping sang ayah, mengalami patah tangan kanan, sementara sang istri dan dua anak lainnya selamat tanpa cedera.

Jenazah drg Suhaeri dan anaknya tiba di Pangkalan Kerinci pada Sabtu siang, disambut isak tangis keluarga dan kerabat. Kepergian dua sosok dalam satu keluarga ini menyisakan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga, namun juga bagi masyarakat dan rekan kerja di lingkungan RSUD Selasih serta Dinas Kesehatan Pelalawan.

Untuk drg Suhaeri dan Mubaroq El Madani. Semoga Allah menempatkan kalian di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.(amr)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *