
BANDUNG (pekanbarupos.co) – Setelah tidak lagi aktif di pemerintahan, Gubernur Riau pada masanya, Brigjen TNI (Purn) H Edy Natar Nasution lebih banyak menghabiskan waktu di Bandung, Jawa Barat (Jabar) bersama cucu.
Bandung bukan merupakan daerah baru bagi sosok Edy Natar Nasution, tapi juga merupakan daerah tempat ia mengabdi saat aktif sebagai anggota TNI yang sekaligus juga kota kelahiran istrinya Hj Suti Mulyati Edy.
Selain aktif ibadah berjemaah dengan warga lingkungan tempat tinggalnya di Kampung Cisitu, Desa Cimekar. Edy Nasution juga mengelola beberapa usaha wisata, seperti tempat pemandian umum atau yang lebih dikenal Swimming Pool
bernama GETARIA, Hari ini, Ahad (22/6/2025) ia kembali melaunching tempat wisata kolam pancing yang lokasinya juga tidak jauh dan bersebelahan dengan rumah dan tempat pemandian sebelumnya.
Jika dilihat lokasi wisata yang di kelola Edy Nasution ini termasuk sederhana jika dibandingkan wisata-wisata besar yang ada di kota Bandung. Namun, jika dilihat dari segi menarik, tidak kalah menarik.
Karena lokasinya berada di keliling sawah dan pegunungan yang masih asri yang membuat pemandangan sejuk, adem sesuai alam di kota Bandung yang dikenal asri.
Sehingga, tidak heran jika setiap hari ada saja pengunjung yang datang menikmati lokasi wisata yang dikelola Edy Nasution ini. Tambah lagi saat ini ada tempat mancing yang artinya pengunjung tidak hanya bisa menikmati mandi, berenang tapi juga memancing.
Apa lagi bagi para orang tua yang membawa keluarga, anak-anak berserta keluarga lainya bisa mandi, berenang. Bapak-bapak maupun kakek bisa memancing sambil nungguin anak atau cucu berenang.
Lebih spesialnya lagi, Jenderal bintang satu ini memberi nuansa pada lokasi wisatanya cukup berbeda dengan tempat-tempat wisata lain. Yaitu dengan warna Kuning, Hijau dan Merah. Di mana kalo dilihat pada warna, warna itu merupakan Tri warna Melayu yang melambangkan masyarakat Melayu.
Artinya, ini juga merupakan wujud kebesaran dan komitmen Edy Nasution sebagai putra asli Melayu yang selalu membesarkan marwah Melayu dimanapun berada meski tanpa menghilang marwah daerah yang tempat tinggalnya yang juga membuktikan Indonesia itu kaya banyak budaya dan tetap satu dalam Bhinneka Tunggal Ika.
Saat dikonfirmasi, Putra kelahiran Bengkalis yang bergelar Datuk Seri Timbalan Setia Amanah ini, tidak membantah jika saat ini menghabiskan waktu bersama cucu dan mengelola lokasi wisata di Bandung.
Hanya saja ia mengatakan, hanya wisata kecil-kecilan yang tujuannya mengisi waktu kosong dan juga bisa menjadi tempat hiburan bagi masyarakat. Termasuk kolam pancing yang baru saja ia launching dan dihadiri masyarakat berbagai kalangan yang yang sekaligus mencoba untuk memancing ikan yang telah di siapkan sebelumnya.
“Iya betul, saat ini saya lebih banyak menghabiskan waktu di Bandung bersama cucu dan mengelola tempat wisata pemandian umum. Dan hari ini, saya juga melaunching tempat pemancingan umum yang juga berdampingan dengan rumah.
“Tapi kecil-kecilan aja kok, untuk hiburan sekaligus biar ada aktifitas di hari tua. Lumayanlah, saat launching juga hadir sekitar 60 orang, selain dihadiri kepala Desa Cimekar bapak Iwan Dharmawan, serta beberapa teman-sekelas saya saat dulu mengikuti pendidikan di AKABRI Darat,” Ujarnya.
Meski acaranya juga sangat sederhana jelasnya, tapi cukup meriah untuk tingkat desa. Di mana untuk Peresmian dilakukan dengan menggunting pita yang dilakukan oleh salah satu teman sejawatnya, Mayjen TNI (Purn) Sumardi serta didampingi sahabat lainnya, seperti Mayjen TNI (Purn) Nono Suharsono, tokoh masyarakat, Kepala Desa Cimekar, Iwan Dharmawan.
Tidak hanya itu, acara ini juga dimeriahkan oleh anak-anak kelompok hadroh dari mesjid Khairunnas Cikoneng, dibawah pimpinan ibu Siti Nurhayati yang secara rutin dilatih oleh ibu Mia Marlina dan bapak Opik Topik.
Beberapa papan bunga ucapan selamat pun tidak luput datang dari para kerabat dan pejabat daerah di Riau, diantaranya dari, Wakil Gubernur Riau, Bupati Pelalawan, Bupati Kuansing, Bupati Inhil, Bupati Rokan hulu, Bupati bengkalis, Bupati Siak, Wakil Bupati Rokan hilir, Wakil Walikota Pekanbaru dan dari beberapa kerabat dekat lainnya.
“Saya meskipun saat ini lebih banyak berdomisili di Bandung, namun tetap bolak balek Pekanbaru-Bandung, kan anak saya ada yang di Pekanbaru”, tuturnya.
Terkait warna lokasi taman pancing yang identik dengan Tri warna Melayu, Edy Nasution tidak membantah jika semua itu menunjukan ia sebagai putra melayu yang selalu menjaga Marwah Melayu dimanapun berada.
Dan ini juga pernah ia sampaikan di saat menjabat wakil gubernur hingga gubernur definitif sebelumnya.
“Jadi ini membuktikan saya selalu menjaga dan membedakan Melayu tanpa mengurangi kebesaran daerah tempat tinggal yang saya cintai. Artinya, kalo saya di Bandung saya adalah orang Bandung asal Melayu Riau,” tuturnya.(dre)
Pekanbaru Pos Riau