Jumat , 1 Mei 2026
Oplus_131072

Duh, Pindahkan Travo di Depan Rumah Warga, PLN Minta Rp30 Juta

PEKANBARU (pekanbarupos.co)- Seorang warga Perumahan Pinang Kencana, RT 01/ RW 02 Kelurahan Tuahmadani,
Kota Pekanbaru dikagetkan dengan biaya pemindahan travo listrik yang berada didalam pekarangan rumah mencapai Rp30 juta.

Seperti yang disampaikan ketua RT setempat Bustami bahwa saat tim survei datang dari ULP Pulau Rambai, Kampar, biaya pemindahan ini disebutkan mencapai Rp30 juta, namun katanya, nantinya akan dirincikan lagi lewat proposal yang akan dibuat pihak PLN.

”Saya kaget juga kok mencapai angka Rp30 juta, ini bukan usaha atau perusahaan Pak. Tapi rumah warga yang sudah balasan tahun merasa was-was dengan travo besar yang ada dalam pekarangan rumah tersebut,” ujar Bustami, kemarin.

Maka saat itu pihaknya membuat surat resmi ke PLN yang langsung ditanda tangan pemilik rumah, RT dan RW serta lurah bersama Camat Tuah Madani, dengan harapan masyarakat dimudahkan dalam proses pemindahan travo tersebut ke seberang jalan rumah milik Sulaiman itu.

”Ini jelas tidak masuk akal. Jangankan Rp30 juta, Rp20 saja yang disebutnya tetap tak mampu warga kami membayarnya, Pak, katanya nanti ada rinciannya pak untuk apa saja uang itu,” sebutnya heran.

Namun demikian, lanjutnya, pihak survei menawarkan dibuatkan pengamanan standar PLN, dengan cara dinaikan trafonya sedikit. Tapi pihaknya tetap saja mengaku cemas, sebab maunya warga agar travo ini dipindah, sebab sudah ada beberapa kejadian yang mengancam keselamatan pemilik rumah dan anak-anak sekitar yang bermain dekat travo utama perumahan itu.

”Kalau hanya diberi pengamanan, siapa yang bertanggungjawab jika terjadi korban jiwa, Pak. Kita minta sebelum terjadi korban agar ini dipindah dan itu sudah kami koordinasikan dengan Pak lurah dan Pak Camat yang sangat mendukung pemindahan travo yang membahayakan ini,” jelasnya.

Saat cuaca buruk, hujan dan petir menghantui, katanya, maka pemilik rumah ketakutan, bahkan banyak anak anak juga bermain air hujan sekitar dan bawah travo yang tanpa pengamanan tersebut.

Bahkan, pernah travo ini juga mengeluarkan dentuman keras dan ada api yang menyala saat cuaca buruk, petir. Maka sebab itu, pemilik rumah menyampaikan kepada Ketua RT dan RW setempat agar travo ini dipindah ke seberang jalan.

”Makanya kita bersurat ke PLN dan kami kordinasi juga dengan Pak lurah dan camat. Sebab ini bukan bisnis, bukan tempat usaha, tapi rumah warga. Alhamdulillah, sangat didukung bahkan Pak Camat pesan jangan sampai warga diberatkan jika ada biaya, Pak, sebab ini perusahaan negara yang seharusnya mereka melindungi dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” sebut Bustami menirukan pesan Camat Tuahmadani.(btr)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *