PEKANBARU (pekanbarupos.co)-Provinsi Riau mendapatkan kado spesial, berupa investasi sebesar 2,8 miliar dollar AS, dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-68.
Bersama Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Provinsi Riau, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan mitra strategis nasional menyelenggarakan Riau Economic Forum (REF) 2025, Jumat (8/7/2025) di ruang serba guna Kantor KPw Bank Indonesia Provinsi Riau
REF 2025 merupakan sebuah forum diskusi kebijakan ekonomi antara pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, akademisi, dan investor. Dengan mengusung tema “Memacu Pertumbuhan Ekonomi Sumatera melalui Investasi Berkelanjutan“, forum ini menjadi sarana bagi pemangku kepentingan ekonomi di Riau untuk menunjukkan komitmen nyata dalam membangun ekonomi hijau, digital dan berkelanjutan.
REF 2025 menjadi sangat strategis. Karena KPw Bank Indonesia Provinsi Riau memfasilitasi penandatanganan dua nota kesepahaman (MoU) investasi Business to Business (B2B) yang disaksikan oleh Gubernur Riau, Abdul Wahid dan pemangku kepentingan di tingkat nasional dan daerah. MoU pertama merupakan kesepakatan investasi dalam Pembangunan Pengembangan Pembangkit Energi Terbarukan di Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti untuk Ekspor Energi Terbarukan ke Singapura.
MoU ini ditandatangani oleh Direktur PT Rangsang Sindo Energy, Sulaiman dengan Chairman Oriens Asset Management PTE LTD, Terrence Ong. Nilai investasi yang ditanamkan mencapai 1,8 miliar dollar AS untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 2 Gigawatt di Pulau Rangsang. Selanjutnya, PLTS ini akan mengekspor listrik ke Singapura mulai tahun 2028.
MoU investasi kedua ditandatangani oleh Kuasa Direksi PT Buana Persada, Drs Irwan Nasir MSi dan Oriens Asset Management PTE LTD. Nilai investasi yang ditanamkan dalam proyek ini sebesar 1 miliar dolar AS untuk mengembangkan perkebunan tebu seluas 20 ribu hektar dan pendirian fasilitas pabrik gula modern bertaraf internasional dengan target produksi 300 ribu ton gula mentah per tahun di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).
“Penandatanganan MoU ini merupakan wujud nyata dari Bank Indonesia untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan menjadi fasilitator pembangunan ekonomi regional di daerah,” ujar Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Riau, Panji Achmad.
Sementara itu, Gubernur Riau, Abdul Wahid menegaskan bahwa MoU tersebut adalah komitmen Pemerintah Daerah untuk memfasilitasi investasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi Riau.
“Ini jadi kado spesial bagi Provinsi Riau di Hari Jadi ke-68. Dimana, melalui REF 2025, menghasilkan investasi sebesar 2,8 miliar dollar AS untuk Bumi Lancang Kuning. Tentu ini akan membawa peningkatan ekonomi yang baik bagi Riau kedepan,” terang Wahid.
Tak hanya MoU, REF 2025 juga menggelar diskusi panel dengan penyampaian keynote speech oleh Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI), Amalia Adininggar Widyasanti PhD. Dalam paparannya, Amalia menjelaskan tentang perkembangan perekonomian nasional dan Provinsi Riau terkini, serta rencana pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
“Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat ditentukan oleh dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia dalam memberikan data dan informasi yang akurat,” ucap Amalia.
Diskusi panel diikuti oleh enam narasumber, yaitu Prof Dr Pujiyono Suwadi MH selaku Ketua Komisi Kejaksaan RI, Prof Dr Tirta Nugraha Mursitama PhD selaku Deputi Kepala BKPM RI, Purnama Irawansyah selaku Plt Kepala Bappeda Riau, Kepala Kepolisian Daerah Riau yang diwakili oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan SIK dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau yang diwakili Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Ade Yudhistira, SH MSi serta Ekonom Senior Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina.
Benang merah dari diskusi panel tersebut adalah bahwa sinergi program dan kebijakan serta kerja sama antara Pemerintah Daerah, Instansi/Lembaga, dan Pelaku Usaha di Provinsi Riau masih perlu ditingkatkan untuk membuat iklim investasi lebih atraktif dengan tetap mengedepankan penerapan prinsip-prinsip tata kelola (governance) yang baik.
Dengan begitu, upaya untuk mendorong investasi berkelanjutan dengan memanfaatkan sektor-sektor prioritas serta keunggulan komparatif dan kompetitif Riau dapat tercapai sehingga mampu memacu pertumbuhan ekonomi Riau yang berkualitas dan berwawasan lingkungan.
Selain itu, dalam forum ekonomi yang prestisius ini juga dilaksanakan kegiatan Launching QRIS Tap di Riau dengan pilot project pada bus Trans Metro Pekanbaru. Teknologi QRIS Tap memungkinkan transaksi dapat dilakukan hanya dengan menempelkan smartphone ke perangkat penerima menggunakan NFC (Near Field Communication), tanpa perlu proses scanning (pemindaian). Sehingga mampu memangkas waktu transaksi menjadi kurang dari 0,3 detik.
QRIS Tap pertama kali diperkenalkan secara nasional oleh Bank Indonesia pada 14 Maret 2025. Peluncuran QRIS Tap dalam REF 2025 dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Riau, Kepala BPS RI, dan Kepala Perwakilan BI Riau, disaksikan oleh berbagai pemangku kepentingan daerah dan nasional, termasuk Kepala Daerah Walikota/Bupati dan Kepala OJK Provinsi Riau.(yan)
Pekanbaru Pos Riau