INHU (pekanbarupos.co) — Proyek peningkatan badan jalan berupa pengaspalan di alur transportasi Jalinsel, Lubuk Kandis – Pangkalan Kasai yang terletak di poros desa Aurcina Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang terealisasi baru seumur jagung sudah rusak ditanggapi salah seorang Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).
Jumat siang (7/4/2023), selaku PPTK, Damun kepada media ini membenarkan terkait kerusakan aspal itu. Namun menurutnya kerusakan dibeberapa titik itu baru diketahui pihaknya pada pengerjaan yang dilakukan oleh rekanan selaku kontraktor pada lapisan kedua.
“Pada pengerjaan lapisan pertama masih bagus. Dan kerusakan baru nampak pada lapisan kedua, itu karena banyak faktor, bisa jadi karena lindasan armada over kapasitas yang melintas,” sebutnya.
Diungkapkannya, saat ini pihaknya selaku PPTK sedang berada di lokasi pengerjaan proyek. Hal itu dilakukan untuk mengindentifikasi beberapa titik yang perlu kiranya dilakukan perbaikan oleh rekanan.
Pihak rekanan, kata Damun, masih akan melakukan opname terakhir sebelum diserahkan kepada tim serah terima pengerjaan proyek tersebut.
“Ada sedikitnya 8 (delapan) titik yang rusak, dan itu akan segera diperbaiki oleh pihak rekanan secepatnya. Kemungkinan hari Senin atau Selasa besok,” jelas Damun.
Masih kata Damun, setelah dilakukan perbaikan dan dilakukan serahterima proyek pengerjaan kepada Dinas PUPR Provinsi Riau, kemudian pihak rekanan tetap wajib melakukan perbaikan dalam masa pemeliharaan jalan dalam waktu 6 (enam) bulan kedepan.
Pada kesempatan ini, Dasmun juga memberikan kabar gembira kepada masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Batang Cenaku. Kabar gembira itu juga berkaitan dengan alur transportasi di Jalinsel, Lubuk Kandis – Pangkalan Kasai.
Dimana pada tahun 2023 ini juga Pemerintah Provinsi Riau akan kembali menggelontorkan sejumlah dana hingga Milyaran rupiah untuk peningkatan badan jalan mulai dari poros desa Aurcina hingga ke poros desa Puntianai Kecamatan Batang Cenaku.
“Tahun ini proyek akan dilanjutkan kembali sepanjang 1 kilometer. Proyek ini nantinya berupa cor rigit yang direalisasikan tidak satu titik, akan tetapi diprioritaskan pada titik titik tertentu ,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Sabtu 1 April 2023, jika proyek pengaspalan di Jalinsel, Lubuk Kandis – Pangkalan Kasai yang terletak di poros desa Aurcina Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menjadi sorotan masyarakat dan pengguna jalan. Pasalnya, di usia yang baru seumur jagung, jalan tersebut saat ini sudah kembali rusak atau retak retak.
Diketahui, proyek pengaspalan yang terletak di alur Lubuk Kandis – Pangkalan Kasai ini bersumber dari Dana APBN TA 2022 dan baru direalisasikan pada Februari 2023 kemarin. Adapun dana yang digelontorkan oleh Pemprov Riau ini sebesar Rp 5.046.226.952,88 dengan nomor kontrak 620/SPHS-PUPRPKPP/BM-LKPK/262/2022.
Sebagai kontraktor pelaksana Proyek Dinas PUPR Provinsi Riau ini yakni CV.Barata Sumatra. Sementara itu selaku konsultan pengawas dari CV.Irvotek Riau Consultant dan CV.Karahoshitama Engineering (KSO).
Dari hasil pantauan di lapangan, bahwa retaknya jalan pengaspalan yang terletak di poros desa Aurcina Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Inhu ini mulai menampakkan wujud aslinya alias diduga dikerjakan asal asalan.
Sejumlah pengendara yang enggan disebutkan namanya kepada media ini mengatakan, pihaknya tidak mengetahui pasti kapan rusaknya jalan aspal tersebut, yang pasti dirinya sebagai warga Kecamatan Batang Cenaku disini merasa kecewa dengan kondisi jalan yang baru diaspal tersebut.
Warga juga menyebut, seharusnya pihak intansi terkait (Dinas Perkim) dapat mengkroscek kerjaan yang telah diberikan kepada pihak rekanan, agar hasil yang dikerjakan mereka tidak asal jadi.
“Dana yang digelontorkan Pemerintah dalam pembangunan ini cukup lumayan besar hingga Milyaran rupiah, jadi apabila ada indikasi indikasi yang tidak diharapkan bisa jelas apa apa saja yang dikerjakan oleh pihak rekanan,”cetusnya.
Perbaikan jalan ini, kata mereka, telah lama didambakan masyarakat dan pengguna jalan. Namun, baru saja masyarakat dan pengguna jalan menikmati jalan yang mulus sudah mulai kembali rusak.
Kendati pengaspalan ini masih dalam masa pemeliharaan proyek. Namun menurutnya, hal itu sudah menandakan jika pengerjaan terkesan asal asalan.
“Harus kita pantau bersama sama, agar pengerjaan tidak asal jadi,” ucap warga.(har)
Berita lengkapnya baca harian Posmetro Indragiri edisi Sabtu (8/4).
Pekanbaru Pos Riau