Kamis , 30 April 2026

Bank Indonesia Riau Panen Demplot Padi Digital Farming di Kampung Jayapura

SIAK (pekanbarupos.co) — Program Digital Farming yang digagas Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Riau mulai menunjukkan hasil nyata. Hal ini ditandai dengan kegiatan panen demplot padi di Kampung Jayapura, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Rabu (22/10/2025).

Kegiatan panen bersama tersebut dihadiri oleh Kepala Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau Sudiro Pambudi yang mewakili Kepala BI Riau, Bupati Siak Afni Zulkifli, SAP, M.Si, unsur Forkopimda Kabupaten Siak, perwakilan BRMP Riau, BWS Sumatera III, Dinas Pertanian Kabupaten Siak, para camat, kepala kampung, penyuluh pertanian lapangan (PPL), dan kelompok tani se-Kecamatan Bungaraya.

Ketua Gapoktan Mulia Tani, Yanto, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan panen padi di lahan digital farming tersebut.

“Digital farming ini bukan sekadar panen hasil, tapi puncak dari perjuangan panjang mulai dari mengolah tanah, menanam, merawat, hingga menghadapi tantangan cuaca dan hama. Hasil yang melimpah ini bukti bahwa kerja keras dan doa kita tidak sia-sia,” ujar Yanto.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi dan semangat gotong royong petani dengan berbagai pihak pendukung, termasuk Bank Indonesia dan pemerintah daerah. Yanto juga mengajak para petani untuk terus berinovasi dan meningkatkan produktivitas di musim tanam berikutnya.

Sementara itu, Kepala Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Sudiro Pambudi, menjelaskan alasan BI turut serta dalam program pertanian ini.

“Mungkin ada yang bertanya, kenapa Bank Indonesia ikut mengurus padi? Salah satu tugas kami adalah menjaga stabilitas nilai rupiah, yang salah satunya berkaitan dengan inflasi pangan. Nah, harga beras ini memiliki bobot besar dalam perhitungan inflasi, sekitar 3–4 persen,” ujarnya.

Menurut Sudiro, pengendalian harga pangan seperti beras tidak bisa dilakukan hanya melalui kebijakan moneter, tetapi perlu dukungan dari peningkatan produksi di lapangan. Karena itu, BI mendorong penggunaan teknologi digital farming untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya.

“Dengan teknologi seperti Rapid Soil Check, petani bisa tahu kebutuhan pupuk secara tepat — berapa banyak, jenisnya apa, dan kapan digunakan. Ini membuat hasil panen lebih optimal dengan biaya lebih hemat,” jelasnya.
Sudiro menambahkan, kolaborasi dengan petani diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan lokal dan menekan ketergantungan Riau terhadap pasokan beras dari luar daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Siak Afni Zulkifli, SAP, M.Si, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas dukungannya terhadap sektor pertanian di Siak. Ia menilai, pertanian merupakan sektor penting yang memiliki efek ganda terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Saya bukan petani, tapi saya paham bahwa sektor pertanian ini jauh lebih stabil dan berdampak langsung pada masyarakat. Selama ini pertumbuhan ekonomi Siak banyak ditopang oleh infrastruktur dan manufaktur, tapi kita ingin pertumbuhan yang lebih merata dari sektor yang melibatkan rakyat banyak, yaitu pertanian,” ujar Afni.

Afni juga menyoroti masih rendahnya kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Siak, serta masih tingginya ketimpangan ekonomi. Ia berkomitmen untuk mendorong kebijakan yang lebih berpihak kepada petani, termasuk rencana memberikan kredit murah bagi pelaku UMKM dan petani dengan bunga ditanggung pemerintah daerah.

“Kami ingin ekonomi berputar di kelompok-kelompok yang punya efek langsung ke masyarakat. Pertumbuhan ekonomi bagus belum tentu berarti masyarakatnya sejahtera. Karena itu, kita ingin pertumbuhan yang nyata dan merata,” tegasnya.

Di akhir acara, Bupati Siak bersama perwakilan BI Riau dan kelompok tani melakukan panen simbolis di hamparan padi digital farming. Hamparan padi menguning di Kampung Jayapura menjadi bukti bahwa kolaborasi teknologi dan kerja keras petani mampu menghasilkan panen yang melimpah.(Fen)

About Jun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *