Rabu , 15 April 2026
Diduga inilah gudang tempat penampungan BBM ilegal

Bukan SPBU! Tapi Diduga Ada Gudang BBM di Desa Tajir Inhu

INHU (Pekanarupos.co) – Ditengah langkanya minyak bersubsidi jenis solar dan pertalite di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang ada di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau, ternyata ada gudang diduga penumpukan BBM di Jalan Lintas Timur Desa (Talang Jerinjing Tajir) kecamatan Rengat Barat.

Pantauan Pekanbaru Pos, gudang itu tampak rapi dengan berdinding besi plat tapi didalam gudang tampak unit kenderaan Colt Diesel dan Mitsubitshi L300 sedang bongkar mintak pakai mesin penyedot.

Dua orang pekerja membantah gudang itu dimanfaatkan jadi tempat pengumpulan BBM. “Tidak pak, bukan minyak,” jawab seorang pekerja, Jumat (19/12).

Sayangnya pekerja yang tidak diketahui nama itu tidak menyebut aktivitas apa didalam gudang. Sebaliknya pekerja itu memilih menghubungi seseorang diduga Bos pemilik gudang. “Ada wartawan kesini Pak,” ucap pekerja kepada Big Bosnya dari seluler.

Dihubungi terpisah Kapolsek Rengat Barat, Kompol Amrianto mengatakan, akan melakukan penyelidikan. “Kami cek dulu kebenarannya,” singkat Kapolsek membaca konfirmasi dan foto gudang dari Pekanbaru Pos.

Kuat dugaan BBM Solar itu didapat dari SPBU oleh anggota pelangsir, lalu dikumpul dalam gudang dan selanjutnya dijual ulang dengan harga industri ke perusahaan yang membutuhkan.

Sebelumnya, viral pelangsir BBM subsidi di SPBU Peranap hingga puluhan ton menggunakan jerigen, mobil modifikasi hingga melayani pengisian BBM ke armada milik perusahaan.

Sumber terpercaya mengatakan jumlah pelansir BBM subsidi di SPBU peranap mencapai puluhan orang setiap hari. “Kami bayarnya Rp.7.500 per liter atau naik harga Rp.700 dari harga HET Solar, 6.800 per liter,” sebut salah seorang pelangsir.

Sumber lain menyebut, truck fuso milik perusahaan yang mengisi BBM di SPBU Peranap membayar uang tif kepada tukang Pompa Rp.100ribu per unit. “Kalau mobil Batubara bayar Rp.100 ribu per truck,” sebut Rudi.

Tokoh Masyarakat menengarai bebasanya pelansir BBM di SPBU karena lemahnya pengawasan dari Pemerintah maupun aparat penegak hukum (APH). “Dalam hal ini Pertamina dan APH, pengawasan Lemah atau barang kali mereka tutup mata,” sesal Hatta Munir.

Sayangnya Sales Area Manager Wilayah Riau Wilson Adi Wijaya dikonfirmasi lewat seluler, hingga berita ini diterbitkan masih enggan memberi klarifikasi.

Pengelola SPBU Peranap, inisial M tidak membantah melayani pelangsir BBM dan tidak menepis melayani armada Fuso milik Perusahaan. (San)

About junaidi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *