DUMAI (pekanbarupos.co) — Diduga beberapa oknum petugas Dinas Perhuhubungan yang bertugas di penyebrangan feri Roro tujuan Dumai – Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat telah bermain dilapangan. Adapun cara yang dilakukan oleh oknum tersebut adalah mendahulukan pengguna mobil pribadi yang membeli tiket dengan agar bisa masuk ke dalam feri tanpa antrian yang panjang.
Akibat ulah oknum tersebut, warga yang sudah berjam-jam masuk antrian lebih dulu. Melihat hal tersebut, warga yang berada tidak jauh dari mobil yang dilewatkan oleh oknum tadi sempat menegurnya dan mempertanyakan. Kenapa mobil yang baru masuk antrian itu, kok di suruh masuk dalam Roro, tanya warga! Mendengar ucapan tersebut, oknum tadi pun menjawab beribu alasan sehingga ia menyuruh pengendara mobil yang protes tadi untuk maju kedepan.
Dengan ucapan, tunggu sebentar bang. Petugas sedang menyusun mobil dan sepeda motor yang sudah masuk dalam feri Roro untuk nyebrang ke Rupat. Ternyata alasan oknum tersebut hanya bohong belaka dan penumpang tadi pun terpaksa menunggu Roro yang akan datang lagi.
Menyikapi persoalan tersebut, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Fahrizal saat dikonfirmasi adanya oknum yang bermain jual beli tiket ia hanya menyampaikan bahwa kalau petugas Dinas Perhubungan maupun ASDP yang berada di Kota Dumai itu kewenangan Provinsi, terkecuali kalau pelabuhan feri Roro yang berada di Rupat.
Dijelaskan kembali, kalau ada mobil pribadi yang didahulukan oleh petugas itu ada dia alternatif. Pertama karena mobil tersebut membawa orang sakit dan kedua itu pejabat penting, seperti Kapolres maupun Bupati, terang mantan Camat Pinggir ini. (mat)
Pekanbaru Pos Riau