Kamis , 30 April 2026

Tim Psikologi Polda Riau Diterjunkan, Kondisi Mental Pembacok Ayah Kandung Diuji

BENGKALIS (pekanbarupos.co) – Penanganan kasus pembunuhan tragis di Desa Tasik Serai, Kecamatan Pinggir, kini memasuki tahap krusial. Pasca pengungkapan kasus yang mengguncang hati masyarakat ini, pihak kepolisian tidak hanya fokus pada bukti fisik, tetapi juga menggali sisi terdalam dari kondisi kejiwaan pelaku.

Kepolisian melalui Polres Bengkalis memfokuskan pemeriksaan intensif terhadap kondisi psikologis tersangka R.M.M.P. (19), yang diduga kuat membacok ayah kandungnya sendiri hingga tewas mengenaskan dengan leher hampir putus.

Untuk memastikan kejelasan dan kepastian hukum, Tim Psikologi dari Bidang SDM Polda Riau langsung diterjunkan ke lokasi. Mereka melakukan asesmen mendalam dan komprehensif terhadap tersangka.

Serangkaian metode pemeriksaan dilakukan, mulai dari wawancara mendalam, observasi perilaku sehari-hari, hingga serangkaian tes psikologi yang standar dan akurat. Tujuannya satu, menggambarkan kondisi sebenarnya.

“Kami ingin mengetahui tingkat stabilitas emosi, kewarasan, serta faktor-faktor psikologis apa yang sebenarnya melatarbelakangi aksi nekat tersebut. Apakah ada gangguan mental, atau faktor pemicu lainnya,” ungkap pihak kepolisian.

Langkah ini diambil agar proses hukum berjalan sempurna dan tidak setengah-setengah. Penanganan kasus tidak hanya dilihat dari sudut pandang pasal-pasal, tetapi juga dari aspek kemanusiaan dan kesehatan mental pelaku.

Hasil dari pemeriksaan ahli ini nantinya akan menjadi bahan pertimbangan sangat penting dalam proses hukum selanjutnya di pengadilan, guna menentukan pertanggungjawaban pidana yang tepat dan adil.

“Ini penting agar kita tidak salah langkah. Kita pastikan apakah yang bersangkutan dalam keadaan waras atau tidak saat melakukan tindakan tersebut. Semuanya harus berbasis data dan hasil analisa ahli,” tegasnya.

Peristiwa naas ini sekaligus menjadi tamparan keras dan perhatian serius bagi seluruh masyarakat. Bahwa kesehatan mental bukan lagi hal yang sepele, melainkan hal vital yang harus diperhatikan dalam setiap lingkungan keluarga.

Jika ada tanda-tanda gangguan emosi atau perilaku yang mencurigakan, harus segera ditangani agar tidak meledak menjadi tindakan kriminal yang merenggut nyawa seperti yang terjadi saat ini.

Saat ini tersangka masih diamankan di Mapolres Bengkalis menunggu hasil lengkap pemeriksaan psikologis untuk proses hukum selanjutnya.(Mil)

About Jun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *