BENGKALIS (pekanbarupos.co) – Garda depan pemberantasan narkoba di lingkungan pemerintahan desa terus digencarkan. Gabungan tim Satresnarkoba Polres Bengkalis dan Polsek Bantan kembali melakukan tes urine mendadak di Kantor Desa Jangkang, Kecamatan Bantan, Rabu (22/04/2026).
Aksi gebrak yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menyasar seluruh elemen pemerintahan desa. Sebanyak 28 orang yang terdiri dari perangkat desa, staf, dan anggota Linmas, 22 laki-laki dan 6 perempuan, harus menjalani tes kesehatan tersebut.
Operasi yang dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba AKP Tidar Laksono, ini kembali membuahkan hasil yang mengejutkan.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, melalui Kasat Resnarkoba AKP Tidar Laksono, membenarkan hasil operasi tersebut.
“Dari total 28 sampel yang diperiksa, ditemukan satu orang positif mengandung Methamphetamine dan Amphetamine. Yang bersangkutan adalah staf Linmas Desa Jangkang berinisial S,” ujar Kasat dengan tegas.
Tanpa ampun, oknum yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat ini langsung diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.
Dari hasil interogasi singkat, pelaku berinisial S mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang pria berinisial A yang juga warga lokal Desa Jangkang.
Informasi ini langsung ditindaklanjuti secara real-time. Sekira pukul 10.45 WIB, tim meluncur ke lokasi, dan tepat pukul 10.55 WIB atau hanya berselang 10 menit, pelaku berinisial A berhasil diringkus tanpa perlawanan berarti.
“Kami bekerja cepat dan presisi. Tidak memberi celah bagi pelaku untuk bersembunyi atau membuang barang bukti,” tegasnya.
Kini kedua pelaku beserta bukti pendukung telah dibawa ke Mapolres Bengkalis untuk pendalaman jaringan yang lebih luas.
Kasat Resnarkoba AKP Tidar Laksono, menegaskan bahwa kegiatan rutin ini adalah bukti keseriusan Polres Bengkalis dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan sehat.
“Ini langkah nyata deteksi dini. Kami tidak ingin ada oknum di lingkungan aparat desa yang terlibat narkoba. Operasi serupa akan terus kami lakukan secara berkelanjutan tanpa pandang bulu,” tegasnya.
“Kami ingin lingkungan kerja yang bersih, dan masyarakat sadar bahaya narkoba. Siapa pun yang terlibat, siap-siap digulung hukum!” tandasnya.
Operasi yang berakhir pukul 11.15 WIB ini berjalan aman, tertib, dan menjadi tamparan keras bagi pengguna narkoba di wilayah tersebut.(Mil)
Pekanbaru Pos Riau