
Di sudut Pangkalan Kerinci, sebuah senyum sederhana menyimpan kisah besar. Nenek Yanti (60) menggenggam bantuan yang baru saja diterimanya. Bukan sekadar uang, melainkan harapan yang kembali hidup di usia senja.
“Alhamdulillah… ini sangat membantu,” ucapnya lirih. Di balik senyum itu, ada cerita yang tak semua orang lihat.
Sebuah tempat wisata bernama Z-Park Kerinci Skyland, yang tak hanya menghadirkan tawa dan hiburan, tetapi juga menjadi jalan rezeki bagi ratusan mustahik (penerima zakat).

Belum lama ini, Bupati Pelalawan, H Zukri Misran, SM, MM menyerahkan secara langsung bantuan zakat kepada 53 mustahik di Kecamatan Langgam.
Bantuan sebesar Rp1.500.000 per orang itu berasal dari keuntungan Z-Park, hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pelalawan dan Baznas Kabupaten Pelalawan.
Mustahik penerima bantuan dari BAZNAS dan Z-Park.
Tak hanya itu, setiap penerima juga mendapatkan paket sembako senilai Rp200.000 sebagai bentuk kepedulian yang berkelanjutan.
“Z-Park ini kita hadirkan bukan hanya untuk rekreasi, tapi juga sebagai usaha yang hasilnya kembali ke masyarakat. Orang datang senang-senang, tapi juga ikut beramal. Inilah konsep wisata berkah,” ujar H Zukri.
Konsep ini sederhana, namun berdampak besar, berwisata sambil beramal. Setiap tiket yang dibeli, setiap langkah pengunjung di dalam kawasan, menjadi bagian dari aliran kebaikan bagi mereka yang membutuhkan.

Waktu berjalan, dan manfaat itu terus meluas.
Z-Park kembali menyalurkan keuntungan kepada 420 mustahik. Jumlah ini meningkat dari sebelumnya 400 orang, menandakan pertumbuhan yang nyata.
Masing-masing menerima Rp1.300.000 pasca Lebaran. Dalam satu tahun, total manfaat yang diterima setiap mustahik mencapai Rp4.300.000, dengan total distribusi sekitar Rp1,7 miliar.
Bagi sebagian orang, angka itu mungkin sekadar data. Namun bagi Nenek Yanti dan ratusan lainnya, itu adalah nafas tambahan untuk bertahan hidup.
“Dulu tak ada seperti ini. Sekarang bisa untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya, dengan mata berkaca-kaca.
Di balik angka-angka tersebut, ada visi yang kuat. Z-Park tidak hanya berdiri sebagai destinasi wisata, tetapi sebagai ruang pemberdayaan.
Pengelola Z-Park, Rahmad Basuki, menegaskan bahwa sejak awal konsep ini dirancang untuk memberi dampak langsung.
“Z-Park ini bukan hanya tempat rekreasi. Ini milik para mustahik. Kita ingin mereka merasakan manfaatnya secara nyata,” ujarnya.
Dampaknya pun meluas. UMKM mulai tumbuh di kawasan wisata. Warung kecil, penjual minuman, hingga pedagang makanan mendapat ruang untuk berkembang. Anak-anak muda menemukan peluang kerja yang sebelumnya sulit dijangkau.
Z-Park perlahan menjelma, bukan sekadar tempat hiburan, tetapi simbol harapan baru di Pelalawan.
Setiap pengunjung mungkin datang untuk menikmati pemandangan dan wahana. Namun tanpa disadari, mereka sedang menanam kebaikan yang berbuah pada kehidupan orang lain.
Di penghujung hari, Nenek Yanti kembali tersenyum. Sederhana, tapi penuh doa.
“Semoga Z-Park terus maju… supaya kami juga terus merasakan manfaatnya.”
Dan di sanalah makna itu menjadi nyata bahwa ketika niat dibangun karena Allah, bahkan tempat wisata pun bisa menjadi jalan menuju keberkahan.
Zakat yang dikelola Baznas berkolaborasi dengan Pemkab Pelalawan terus menebarkan kebaikan untuk umat. Ayo dukung bersama.(adv)
Pekanbaru Pos Riau