Rabu , 29 April 2026

Lapas Bengkalis Gelar Razia Besar-Besaran, Kalapas: Melanggar, Ditindak Tegas!

BENGKALIS (pekanbarupos.co)– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis kembali menggelar operasi razia menyeluruh dan mendalam di kamar hunian Blok B16, Selasa siang (28/04), dimulai pukul 11.30 WIB.

Operasi penggeledahan yang dipimpin langsung oleh Kepala KPLP ini melibatkan Komandan Rupam III, staf KPLP, anggota regu pengamanan, hingga Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebagai bentuk pembelajaran dan penguatan personel.

Langkah tegas ini merupakan wujud nyata implementasi standar pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban tahun 2026 demi menciptakan lingkungan yang steril, aman, dan kondusif.

Dalam pelaksanaannya, petugas bekerja secara sistemis dan sangat teliti. Seluruh sudut kamar hunian di Blok B16 disisir habis, mulai dari loker, tempat tidur, hingga celah-celah bangunan yang berpotensi dijadikan sarang persembunyian benda-benda ilegal.

Tidak ada yang luput dari pantauan mata jeli petugas. Seluruh barang temuan yang melanggar aturan langsung disita, didata secara rinci, dan akan segera dimusnahkan sebagai tindak lanjut penegakan disiplin yang tegas.

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa kegiatan razia rutin maupun insidentil adalah strategi mutlak untuk memutus mata rantai potensi gangguan Kamtibmas di dalam lapas.

Ia menekankan bahwa siapapun warga binaan yang terbukti melanggar, akan diberikan sanksi berat sesuai regulasi yang berlaku.

“Kami konsisten melakukan deteksi dini melalui penggeledahan kamar secara mendalam. Saya telah menginstruksikan jajaran untuk tidak memberi ruang sedikitpun terhadap kepemilikan barang-barang yang dapat memicu gangguan keamanan. Penguatan ini dilakukan agar setiap petugas selalu waspada dan menjalankan tugas sesuai SOP demi menjamin Lapas Bengkalis tetap dalam keadaan aman dan terkendali,” tegas Priyo Tri Laksono dengan nada keras.

Di akhir kegiatan, Kalapas memberikan arahan khusus kepada seluruh personel, terutama kepada para tunas muda pengayoman (CPNS). Ia menekankan pentingnya mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kewaspadaan tinggi dalam setiap tugas pengawasan.

Kegiatan penertiban ini berjalan lancar, aman, dan tertib tanpa adanya gejolak sedikitpun dari warga binaan. Aksi ini diakhiri dengan pendataan hasil temuan sebagai bahan evaluasi untuk memperketat skema pengawasan di masa mendatang, memastikan stabilitas keamanan di “Negeri Junjungan” terjaga secara berkelanjutan dan tak tergoyahkan.(Mil)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *