Dendi Satria Buana: Media Jadi Mitra Penting Bangun SDM Unggul
PEKANBARU (pekanbarupos.co)– Tanoto Foundation menggelar Capacity Building bersama puluhan jurnalis se-Riau, Rabu (29/4/2026) di Pekanbaru. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas peliputan isu pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Provinsi Riau.
Regional Lead Tanoto Foundation Sumatera, Dendi Satria Buana menegaskan peran strategis media dalam mendorong perbaikan kualitas SDM. Menurutnya, jurnalis adalah mitra penting bagi Tanoto Foundation dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.
“Lewat pemberitaan yang akurat dan mendalam, masyarakat bisa lebih memahami tantangan sekaligus praktik baik di dunia pendidikan. Ini sejalan dengan misi Tanoto Foundation untuk mempercepat lahirnya SDM unggul,” ujar Dendi.
Dalam kegiatan ini, lanjut Dendi, membahas tren isu teknik jurnalisme data untuk mengolah informasi di era Artificial Intelligence (IA) menjadi berita yang mudah dipahami publik.
“Selain sesi materi, para jurnalis juga diajak berdiskusi dan praktik langsung menyusun angle liputan berbasis data. Kami berharap teman-teman media bisa menjadi jembatan dalam menyampaikan program Tanoto Foundation kepada masyarakat luas,” tutur Dendi.
Sementara itu, pemateri yang dihadirkan Tanoto Foundation, Jefrizal menyebutkan, perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mengubah lanskap jurnalistik secara signifikan. Kendati begitu, IA adalah alat bantu, bukan pengganti jurnalis.
“AI bisa membantu riset data, transkrip wawancara, bahkan membuat draf awal. Tapi verifikasi fakta, empati saat meliput, dan penilaian etis tidak bisa digantikan mesin. Di situ nilai jurnalis,” tegas Jefrizal.
Menurutnya, lanskap jurnalistik era AI ditandai tiga hal. Pertama, kecepatan. AI memungkinkan redaksi memproduksi berita berbasis data dalam hitungan menit. Kedua, personalisasi. Algoritma membuat distribusi berita makin tersegmentasi sesuai minat pembaca. Ketiga, tantangan disinformasi. Konten deepfake dan teks generatif membuat kemampuan cek fakta jadi keterampilan wajib.
Dalam sesi diskusi, salah seorang jurnalis cakaplah.com, Unik Susanti mengaku AI sudah mulai dipakai untuk mencari ide angle dan meringkas dokumen panjang. Namun mereka sepakat, sentuhan manusia tetap kunci.
“IA memang membantu pekerjaan sebagai jurnalis. Tapi hanya sebatas bagan berita. Untuk keakuratan dan keberimbangan kembali lagi kepada kita jurnalis yang trrjun langsung ke lapangan dalam proses peliputan,” tutur Unik.(yan)
Pekanbaru Pos Riau