PEKANBARU (Pekanbarupos.co) – Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Pekanbaru terus menghadirkan pola pembinaan yang dinilai efektif untuk melahirkan atlet-atlet muda berprestasi.
Salah satu langkah terbarunya adalah mempertemukan atlet pemula dengan pemain senior pada partai-partai akhir turnamen, termasuk di babak final.
Strategi ini dinilai menjadi cara cerdas untuk mengasah mental, kemampuan, hingga jam terbang atlet pemula agar lebih siap bersaing di level yang lebih tinggi.
Konsep tersebut diterapkan dalam Turnamen 9 Ball HC 4b-4a-4-5-6 Piala Golden Break Pekanbaru, Sabtu (16/5/2026) yang juga diikuti sejumlah atlet dari Sumatera Barat (Sumbar).
Meski para atlet pemula masih menghadapi tantangan berat untuk merebut gelar juara, kehadiran mereka hingga mampu menembus podium menjadi sinyal positif perkembangan atlet muda Pekanbaru.
Bagi POBSI Pekanbaru, capaian itu bukan sekadar soal menang atau kalah, melainkan bagaimana atlet pemula mendapatkan pengalaman berharga saat menghadapi lawan dengan level permainan dan mental bertanding yang lebih matang.
Pola pertandingan seperti ini diyakini mampu membentuk karakter atlet secara alami. Para pemain muda tidak hanya belajar teknik, tetapi juga memahami bagaimana menjaga fokus, mengatur strategi, serta menghadapi tekanan saat melawan pemain senior.
Ketua Umum POBSI Pekanbaru, Supriyanto, mengatakan sistem pertandingan yang mempertemukan pemula dan senior terbukti memberi dampak positif terhadap perkembangan atlet muda.
“Para atlet jadi semakin semangat dan termotivasi untuk terus meningkatkan kemampuan mereka. Ini bagian dari pembinaan mental dan pengalaman bertanding,” ujar Supriyanto, Senin (18/5/2026).
Ia menjelaskan, pertandingan menggunakan sistem handicap (HC) agar persaingan tetap kompetitif dan seimbang.
Sebagai contoh, dalam nomor 9 ball, jika atlet senior HC 6 menghadapi pemain pemula HC 4, maka atlet pemula cukup menyelesaikan permainan hingga bola 7 untuk memenangkan pertandingan.
Sistem serupa juga diterapkan pada kategori HC lainnya seperti HC 4a dan HC 4b.
Menurut Supriyanto, program tersebut juga tidak lepas dari dukungan rumah-rumah biliar yang menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet di Pekanbaru.
“Kolaborasi dengan rumah biliar sangat membantu pembinaan atlet. Kita berharap dari sini lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing lebih tinggi,” katanya.
Menariknya, program ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan bagi atlet pemula, tetapi juga pengingat bagi para senior agar tetap menjaga fokus dan tidak meremehkan lawan.
Dalam olahraga biliar, kata Supriyanto, kejutan bisa terjadi kapan saja. Karena itu, atlet senior juga dituntut terus meningkatkan kemampuan dan menjaga konsistensi permainan.
“Ini juga pembinaan untuk para senior agar tetap fokus dan tidak pernah menyepelekan lawan. Dalam biliar, semua kemungkinan bisa terjadi,” tegasnya.
Ia turut mengapresiasi seluruh rumah biliar di Pekanbaru dan Riau yang selama ini konsisten mendukung pembinaan atlet.
Ke depan, POBSI Pekanbaru berharap turnamen seperti ini tidak hanya berlangsung di tingkat lokal maupun provinsi, tetapi mampu berkembang hingga level nasional bahkan internasional.
“Kita berharap kolaborasi ini terus terjaga demi melahirkan generasi baru atlet biliar berprestasi di masa mendatang,” tutupnya.
Sebagai informasi, pada Turnamen 9 Ball HC 4b-4a-4-5-6 Piala Golden Break Pekanbaru, gelar juara atau champions berhasil diraih atlet HC 6 asal Sumbar, Nando DJ.
Sementara posisi Runner Up diraih atlet HC 4a asal Pekanbaru, Ejik DN. Untuk Semi Finalis 1 ditempati Aldi (HC 4b Pekanbaru), sedangkan Semi Finalis 2 diraih Rabi PST (HC 4a Pekanbaru).(Dre)
Pekanbaru Pos Riau