PANGKALANKERINCI (pekanbarupos.co)-Program pasar murah yang digelar Pemerintah Daerah di Pangkalan Kerinci memang disambut antusias warga.
Di tengah harga bahan pokok yang terus menekan ekonomi masyarakat, kehadiran pasar murah menjadi harapan bagi banyak keluarga untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Namun di balik ramainya antrean masyarakat, muncul suara-suara kritis dari warga di kecamatan lain yang merasa belum tersentuh program tersebut.
Abdul Murat, SIP, kelahiran Kuala Kampar yang juga Pimpinan Daerah GNPK-RI Kabupateb Pelalawan mempertanyakan konsep dan pemerataan pelaksanaan pasar murah yang dinilai hanya terpusat di ibu kota kabupaten.
“Kalau memang pasar murah itu untuk membantu rakyat, mengapa hanya dilaksanakan di Pangkalan Kerinci? Kabupaten Pelalawan ini punya 12 kecamatan. Semua rakyat butuh harga murah,” ujarnya, 2025 Selasa (26/5/2026) di Pangkalan Kerinci.
Menurutnya, masyarakat di daerah pesisir, pelosok dan kecamatan jauh justru sering menghadapi harga bahan pokok yang lebih tinggi dibanding wilayah perkotaan.
Ongkos transportasi, keterbatasan distribusi dan akses pasar membuat warga di daerah terpencil menanggung beban ekonomi lebih berat.
Ia juga mempertanyakan sumber anggaran dan dampak nyata program tersebut terhadap stabilitas harga pasar.
“Kalau ini memang uang rakyat, harusnya manfaatnya dirasakan menyeluruh. Pasar murah hanya beberapa jam dan hanya di Kerinci, berapa banyak rakyat yang benar-benar tertolong? Apakah harga di pasar umum benar-benar turun setelah kegiatan itu,” katanya penuh tanya.
Kritik ini menjadi gambaran kegelisahan sebagian masyarakat Pelalawan yang berharap program bantuan ekonomi tidak hanya bersifat seremonial atau terpusat di wilayah tertentu saja.
“Warga berharap pemerintah daerah bersama perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Pelalawan, khususnya sektor perkebunan dan industri, ikut mengambil peran lebih luas dalam membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi saat ini,”harap Abdul Murat.
Katanya lagi, pasar murah dinilai akan lebih dirasakan manfaatnya apabila digelar bergilir hingga ke kecamatan-kecamatan terpencil seperti Kuala Kampar, Teluk Meranti, Kerumutan, Ukui, hingga Bandar Petalangan dan lainnya.
“Rakyat di pesisir juga bagian dari Pelalawan. Jangan sampai bantuan hanya mudah dijangkau masyarakat kota, sementara warga jauh hanya bisa mendengar kabarnya,” ungkap seorang warga lainnya.
“Masyarakat kini berharap ada evaluasi serius agar program-program bantuan pangan benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat secara adil dan merata, bukan hanya menjadi kegiatan sesaat yang ramai di pusat kota namun sulit dijangkau rakyat di kecamatan lain,”pungkasnya.
Pasar murah yang digelar di lapangan Mini Soccer Pangkalan Kerinci dihadiri langsung Bupati dan Wabup Pelalawan serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Pelalawan. Kegiatan ini tidak berlangsung lama. Lebih kurang 1 jam minyak goreng ludes diborong masyarakat. Begitu juga dengan bahan kebutuhan masyarakat yang lainnya. (amr)
Pekanbaru Pos Riau