PEKANBARU (pekanbarupos.co) — Persoalan sampah dan keberlanjutan lingkungan menjadi perhatian Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru melalui gerakan “Reboisasi Peradaban: Gerakan Hijau HMI”.
Kegiatan dengan mengusung tema “Dari Sampah Menjadi Berkah, Membangun Budaya Lingkungan Menuju Pekanbaru Bersih dan Hijau”, tersebut mendorong perubahan kesadaran sekaligus aksi nyata dalam menjaga lingkungan.
Kegiatan yang dipusatkan di Taman Bunga Impian Okura, Rumbai, Pekanbaru, ini juga menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, masyarakat, dan pengelola kawasan dalam memperkuat kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru Reza Aulia Putra, pengelola Taman Bunga Impian Okura, Ketua RT/RW setempat, serta pengurus dan kader HMI Cabang Pekanbaru.
Reza menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan proses pengangkutan dan pembuangan. Pengelolaan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sumber sampah hingga penanganan residu di hilir.
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, melalui pengurangan, pemilahan, pemanfaatan, pengolahan hingga penanganan residu,” ujar Reza.
Ia menyebutkan, Pemerintah Kota Pekanbaru telah mendorong berbagai upaya pengelolaan lingkungan, di antaranya pengurangan penggunaan plastik, pengembangan rumah kompos, bank sampah, serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat timbulan sampah di Kota Pekanbaru mencapai sekitar 1.300 ton per hari. Besarnya volume tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak mungkin ditangani pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
Reza juga mendorong masyarakat untuk melihat sampah sebagai sesuatu yang masih memiliki nilai guna. Sampah organik, misalnya, dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik dapat dipilah untuk dimanfaatkan kembali maupun didaur ulang.
HMI : Gerakan Hijau Harus Berujung Aksi
Ketua HMI Cabang Pekanbaru, Raihan Darma Putra, mengatakan persoalan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial yang harus menjadi perhatian bersama.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis untuk membangun kesadaran publik sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Gerakan hijau tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Kita ingin membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Mahasiswa harus mampu menjadi bagian dari solusi, baik melalui edukasi, advokasi maupun aksi nyata di tengah masyarakat,” kata Raihan.
Ia menilai berbagai kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Riau menjadi pengingat bahwa keberlanjutan lingkungan membutuhkan kesadaran dan tanggung jawab bersama.
“Ketika manusia memiliki kesadaran untuk menjaga dan merawat lingkungan, pada hakikatnya kita sedang menjaga keberlangsungan kehidupan kita sendiri. Alam memiliki mekanisme untuk memberikan manfaat dan perlindungan bagi kehidupan ketika kita mampu memperlakukannya secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Tanam 100 Bibit Pohon
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Raja Osama Melfa, mengatakan Reboisasi Peradaban tidak dirancang sekadar sebagai forum edukasi, tetapi juga sebagai langkah konkret mahasiswa dalam menjaga keberlanjutan ekosistem.
“Kami ingin memastikan bahwa gagasan yang disampaikan dalam forum ini dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Karena itu, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit sebagai simbol sekaligus langkah konkret untuk menjaga keberlanjutan lingkungan,” ungkap Raja.
Sebagai wujud aksi nyata, HMI Cabang Pekanbaru bersama pengelola Taman Bunga Impian Okura, RT/RW setempat, dan peserta kegiatan melakukan penanaman 100 bibit pohon di kawasan tersebut.
Penanaman pohon tersebut menjadi bagian penting dari gerakan penghijauan sekaligus simbol komitmen untuk membangun budaya ekologis di tengah masyarakat.
Lebih dari sekadar menanam pohon, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.
Melalui “Reboisasi Peradaban: Gerakan Hijau HMI”, HMI Cabang Pekanbaru mendorong agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti dalam satu kegiatan, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan semakin banyak elemen masyarakat.
Kolaborasi mahasiswa, pemerintah, masyarakat, dan pengelola lingkungan diharapkan menjadi kekuatan bersama untuk mewujudkan Pekanbaru yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan.(dre)
Pekanbaru Pos Riau