Minggu , 30 Agustus 2026

SF Hariyanto Bikin Riau Diperhitungkan, Peringkat II Nasional Jadi Bukti

JAKARTA (pekanbarupos.co) — Provinsi Riau kembali mencuri perhatian di panggung nasional. Di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, Riau berhasil menempati peringkat II nasional Klasifikasi Provinsi dalam penilaian Indeks Keinsinyuran Daerah (IKD) Tahun 2026).

Capaian tersebut bukan sekadar angka dalam sebuah penilaian. Peringkat dua nasional menjadi bukti bahwa praktik keinsinyuran dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Riau semakin diperhitungkan di tingkat nasional.

Penghargaan itu diterima langsung SF Hariyanto dari Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ilham Akbar Habibie, dalam acara penganugerahan IKD 2026 yang berlangsung di Auditorium Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta Pusat, Sabtu (29/8/2026).

Penganugerahan tersebut diselenggarakan PII bekerja sama dengan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah yang dinilai mampu menerapkan praktik keinsinyuran secara profesional dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Penilaian IKD mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Ada empat aspek utama yang menjadi indikator penilaian, yakni kebijakan, sumber daya manusia, proyek keteknikan, serta dampak dan keberlanjutan pembangunan daerah.

Riau menjadi satu dari hanya enam provinsi di Indonesia yang diundang secara khusus dalam penganugerahan IKD 2026. Selain Riau, lima provinsi lainnya adalah Bali, DKI Jakarta, Lampung, Maluku Utara, dan Sulawesi Selatan.

Keenam provinsi tersebut terpilih setelah melalui rangkaian proses pengisian data, verifikasi, dan asesmen oleh Dewan Asesor PII sejak Juli 2026. Proses penilaian tersebut diikuti puluhan provinsi dari seluruh Indonesia.

Prestasi Riau menembus peringkat II nasional tidak lahir dari kerja satu orang atau satu perangkat daerah. Capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif 21 Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

Proses penilaian dikoordinasikan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau bersama Pengurus Wilayah PII Provinsi Riau.

Berbagai aspek dipersiapkan dalam proses asesmen, mulai dari penyusunan kebijakan tertulis, pendataan Aparatur Sipil Negara (ASN) berlatar belakang teknik, fasilitasi sertifikasi keinsinyuran, hingga pendokumentasian proyek dan inovasi keteknikan di masing-masing perangkat daerah.

Kepala BKD Provinsi Riau, Budi Fakhri, mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam proses tersebut.

Menurutnya, pengukuran IKD 2026 merupakan yang pertama kali dilaksanakan secara nasional. Karena itu, proses penilaian tidak hanya menjadi ajang kompetisi antardaerah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk memperkuat praktik keinsinyuran di lingkungan pemerintahan.

“Alhamdulillah, dengan dukungan dan kerja sama seluruh Perangkat Daerah bersama PII Wilayah Riau, Provinsi Riau mampu menunjukkan komitmen nyata dalam penerapan praktik keinsinyuran yang profesional pada penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah,” ujar Budi Fakhri.

Pemerintah Provinsi Riau tidak ingin penghargaan tersebut berhenti sebagai simbol prestasi. Capaian peringkat II nasional akan dijadikan momentum untuk memperkuat ekosistem keinsinyuran di daerah secara berkelanjutan.

Salah satunya dengan mendorong ASN berlatar belakang teknik untuk meningkatkan kompetensi dan menempuh sertifikasi profesi keinsinyuran.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan pembangunan di Riau ditopang oleh sumber daya manusia yang kompeten, perencanaan yang matang, serta penerapan prinsip keteknikan yang profesional.

Dengan capaian tersebut, Riau menunjukkan bahwa kualitas pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya program dan anggaran, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah dalam mengelola aspek teknis, sumber daya manusia, inovasi, serta keberlanjutan pembangunan.

Peringkat II nasional IKD 2026 pun menjadi bukti bahwa Riau semakin diperhitungkan dalam penerapan keinsinyuran untuk mendukung pembangunan daerah.

Turut mendampingi Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dalam kegiatan tersebut, Kepala BKD Provinsi Riau Budi Fakhri, Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau Decy, serta Dewan Pembina PII Riau yang juga Ketua Umum DPP ASPEKNAS H Aswandi.

Hadir pula Dewan Penasehat PII Riau Irving Kahar Arifin, Ketua PII Provinsi Riau Ulul Azmi, serta Ketua Deputi Bidang Organisasi dan Kelembagaan PII Riau Pipin Azrin.(dre)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *