KUANSING (pekanbarupos.co)–Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi Rini Susanti SPd MM menjadi pembina upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kuantan Singingi, Kamis (1/10/2026).
Upacara yang dilaksanakan di halaman MTsN 2 Kuansing tersebut berlangsung dalam suasana khidmat, tertib, dan penuh penghormatan.
Kegiatan diikuti oleh kepala madrasah, majelis guru, tenaga kependidikan, serta seluruh murid MTsN 2 Kuansing.
Kepala MTsN 2 Kuansing Marwan SPd melalui Wakil Kepala (Waka) Humas Noni Wulandari SPd mengatakan peringatan Hari Kesaktian Pancasila merupakan salah satu momentum nasional yang dilaksanakan setiap 1 Oktober.
“Upacara Hari Kesaktian Pancasila kita gelar tiap tahun. Tahun ini, alhamdulilah Kasi Penmad bu Rini Susanti bersedia menjadi pembina upacara,” ujarnya.
Masih kata Noni, kehadiran Kepala Seksi Penmad Rini Susanti sebagai pembina upacara menunjukkan sinergitas dan perhatian Kantor Kementerian Agama Kuansing terhadap pembinaan terhadap madrasah.
“Kami berterima kasih kepada ibu Kasi Penmad yang sudah meluangkan waktu hadir sebagai pembina upacara,” katanya.
Menurut Noni, di lingkungan madrasah, peringatan tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada murid Mts Negeri 2 Kuansing.
“Sekaligus membangun kesadaran murid akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.
Menurut Noni, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembiasaan bagi murid untuk menerapkan sikap disiplin, tanggung jawab, menghormati simbol-simbol negara, serta mengikuti kegiatan kebangsaan dengan penuh kesadaran.
“Kegiatan upacara tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga bagian dari proses pendidikan karakter,” katanya.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila dapat dikenalkan dan diterapkan melalui berbagai aktivitas di lingkungan pendidikan, termasuk dalam pelaksanaan upacara bendera dan peringatan hari-hari nasional.
“Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan tertib sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah bangsa,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, tutur Noni, lingkungan madrasah diharapkan terus menjadi ruang pendidikan yang tidak hanya mengembangkan pengetahuan dan keterampilan murid, tetapi juga memperkuat karakter murid yang baik.
“Seperti penanaman kedisiplinan serta wawasan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.(rls/cil)
Pekanbaru Pos Riau