Warga: Jalan Masih Saja Bak Kolam Ikan
INHU (pekanbarupos.co) — Masyarakat desa Kerubung Jaya Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) keluhkan kondisi jalan poros desa setempat yang berlubang bak kolam ikan. Padahal, sejumlah dana untuk perawatan jalan di desa ini sudah dianggarkan beberapa tahun silam.
Konon, jalan yang statusnya milik pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Inhu ini dirawat oleh masyarakat dan petani KKPA yang tergabung dalam wadah Koperasi Karya Bersama (KKB) desa Kerubung Jaya. Adapun terdapat pemotongan yang dilakukan oleh pengurus KKB sebesar Rp 2,5 / kilo gram (Kg) dari Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit ditambah lagi dari kutipan dari luar desa setempat yang diperuntukkan untuk perawatan jalan tersebut.
Sejumlah warga desa Kerubung Jaya menyebut, dahulu tatkala potongan (fee) Rp 1 / kg semua akses jalan utama dengan panjang sekitarnya 3,5 km dapat tercover dengan dana sebesar itu.
Namun, seiring berjalannya waktu, potongan dari fee TBS kelapa sawit anggota yang berjumlah 664 KKPA itu naik menjadi Rp 2,5 / kg nya dan justru kondisi jalan itu kurang terawat dan terdapat beberapa titik yang berlobang.
Kepala desa Kerubung Jaya, Zainal Abidin, SE ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/5/2023) menanggapi terkait kondisi jalan desanya itu yang dirasa masyarakat masih kurang mulus.
Zainal menjelaskan, terkait jalan itu sebetulnya memang menjadi kewenangan pihaknya selaku Pemerintahan desa. Akan tetapi, sudah beberapa tahun hal itu sudah diambil alih oleh KKB, baik itu dari sistem pengelolaan uang petani hingga pelaksanaannya.
“Itu potongan Rp 2,5 / kg dari petani dikelola langsung oleh pengurus Koperasi Karya Bersama. Dan mereka juga yang jadi pelaksanaan dalam perbaikan jalan poros desa ini,” jelas Kades.
Namun demikian, kata Zainal, jalan yang dimaksud merupakan jalan Pemda Inhu, dalam hal ini Dinas PUPR. Ketika disinggung apakah sejauh ini ada perhatian dari Dinas terkait jalan didesanya ini, Zainal mengaku selama ia menjabat selaku kepala desa hingga 2 periode belum pernah ada secuilpun merasakan gelontorkan dana dari Pemda Inhu untuk perbaikan jalan di poros desa Kerubung Jaya.
Seingat dia, sejak menjabat kades Kerubung Jaya sekitar tahun 2014 lalu hingga 2023 ini, jalan ini baru sekali diperhatikan oleh pemerintah melalui dana Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) yang sumbernya dari APBN. Dana PPIP kala itu, jelas Kades, digunakan untuk perawatan jalan poros desanya sepanjang 2 Km dari total panjang jalan desanya lebih kurang 3,5 km.
“Beberapa tahun lalu pernah sih ada perehapan jalan, tapi itu dengar dengar asalnya dari aspirasi DPRD, entah siapa Dewanya kami tidak tahu, karena mereka tidak ada koordinasi dengan pemerintah desa kami,” ujar Zainal.
Terkait dana fee Rp 2,5 / Kg itu, Zainal menyarankan untuk mengkonfirmasi langsung kepada pihak pengurus KKB.
Sementara itu, ketua KKB desa Kerubung Jaya, Jumakir ditemui diruang kerjanya tidak membantah jika saat ini pihaknya lah yang mengelola dan melaksanakan perbaikan maupun perawatan jalan poros di desanya itu.
Dana itu kata Jumakir, memang diperuntukkan untuk perawatan jalan poros desa. Dan semua yang berkaitan dengan fee Rp 2,5/kg itu dicatat dan disimpan melalui satu pintu, yaitu di bagian bendahara.
Selain potongan anggota petani Rp 2,5 / kg itu, diakui Jumakir, pihak KKB saat ini juga masih melakukan kutipan Rp 50 ribu/ trip TBS kelapa sawit dari KUD tetangga desa. Dananya, sebut Jumakir juga digunakan untuk perawatan jalan poros desa Kerubung Jaya.
Untuk KUD Tunas Harapan (KTH) desa Pematang Manggis, beber Jumakir, mereka membantu merawat, tetapi berapa besar nya dirinya kurang mengetahuinya. Sementara itu, untuk Koperasi Margo Mulyo (KMM) desa Talang Bersemi dikenakan Rp 50 ribu/tripnya.
“Kalau jumlahnya saya kurang tau, besok coba kita tanya kan ke bendara. Kebetulan dia sedang tidak masuk kantor,” ungkap Jumakir.
Kemudian, sambung Jumakir, terkait Kondisi jalan yang saat ini terdapat sejumlah titik yang berlubang, karena kondisi cuaca saat ini sering diguyur hujan, maka dana itu terpaksa belum dapat digelontorkan untuk perbaikan jalan yang dimaksud.
“Kami masih menunggu waktu yang tepat. Kami sudah koordinasi dengan pihak perusahaan menurunkan alat berat untuk menggleder jalan. Karena jika masih digenangi air dan musim hujan seperti ini, nanti sia sia jika dilakukan,” sebutnya.
Ketika ditanya apakah tidak ada dana yang bisa digunakan untuk tanggap darurat, dia mengaku sudah beberapa hari yang lalu menyerak krokos disejumlah titik.
“Belum selesai, sekarang sudah turun hujan . Jadi krokos pun tidak bisa kita beli karena kondisi hujan,” terangnya.
Namun demikian, jika situasi dan kondisi mendukung, dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera merealisasikan dana itu untuk memperbaiki jalan itu.(har)
Berita lengkapnya baca harian Posmetro Indragiri edisi Selasa (30/5).
Pekanbaru Pos Riau