Selasa , 21 April 2026
Puluhan atlit pacu sampan dari kedua tim terlihat saling lempar dayung dan adu jotos di lokasi Pacu sampan Tradisional di Tepian Trio Amanah, Rengat.

Atlit Pacu Sampan Adu Jotos di Arena Pacu Jalur, Diduga Akibat Saling Ejek 

INHU (pekanbarupos.co) — Pacu sampan Tradisional di Tepian Trio Amanah yang diselenggarakan oleh Pemda Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) melalui Disporapar diwarnai saling adu jotos oleh sejumlah oknum atlit, Selasa (11/7/2023) petang.

Video aksi tawuran antar atlit pacu jalur berdurasi 18 detik itu kini telah beredar luas di media sosial (medsos) seperti Whats App Group (WAG) dan juga Facebook (FB).

Dalam video berdurasi pendek itu terlihat salah seorang atlit dibopong oleh rekannya, diduga mengalami cidera dan dinaikan ke sepeda motor.

Aksi tawuran itu menggunakan pendayung dan saling pukul satu sama lain disekitar arena pacu jalur yang berada di Jalan Ahmad Yani Rengat, tepat didepan Makoramil 01/Rengat yang bersebelahan dengan rumah dinas Dandim 0302/Inhu.

Informasi yang didapat dari beberapa sumber, aksi adu Jotos itu diduga akibat tidak terima kekalahan hingga antar atlet saling serang hingga ada di antara sampan yang dibakar.

Atlet sampan yang melakukan penyerangan itu diduga berasal dari atlet sampan Datuk Panglime Mabau dari Desa Kampung Pulau Kecamatan Rengat. Sedangkan atlet yang diserang yakni dari sampan Putri Bungsu Dubalang Hitam dari Desa Redang Kecamatan Rengat Barat.

Hal Ikhwal penyerangan itu ketika sampan Putri Bungsu Dubalang Hitam menuju pancang start untuk hilir menuju pancang finis di putaran kedua. Di mana, sampan Putri Bungsu Dubalang Hitam menang bye atau tanpa lawan.

Hanya saja, sebelum tiba dipancang start, salah seorang atlet sampan Putri Bungsu Dubalang Hitam terkena lemparan botol minuman yang diduga berisi batu. Lokasi pelemparan itu, diduga berasal dari atas Jembatan Trio Amanah Rengat.

“Kami tidak mengetahui secara pasti, apa yang menjadi penyebab kami diserang. Kejadian itu kami alami setelah memasuki putaran kedua, pasca berhasil menang setelah berhadapan dengan Sampan Datuk Panglime dari Desa Kampung Pulau,” ujar salah seorang warga Redang yang namanya enggan di publish.

Akibat dilempar botol minum berisikan batu, sampan Putri Bungsu Dubalang Hitam tidak lagi melanjutkan berpacu tanpa lawan menuju pancang finis. Para atlet sampan Putri Bungsu Dubalang Hitam sepakat untuk menepi ke pinggiran Sungai Indragiri. Ketika sampan ditambatkan di bagian arah pancang start, atlet kembali ke kamp yang berada tebing sekitar pertengahan arena pacu.

Ternyata, di sekitar kamp sampan Putri Bungsu Dubalang Hitam sudah dihadang oleh sekelompok orang yang diduga dari sampan Datuk Panglime Mabau. Sehingga penyerangan dengan menggunakan dayung tidak terelakkan lagi.

“Atlet kami tidak bisa berbuat banyak hingga beberapa atlet terkena pukulan dari dayung,” katanya lagi.

Tidak sampai di situ, sampan Putri Bungsu Dubalang Hitam akhirnya di dayung yang diduga pelaku penyerangan tadi menuju Desa Kampung Pulau yang persis berada di seberang Kota Rengat. Bahkan sampan Putri Bungsu Dubalang Hitam sempat dibakar yang diduga menggunakan bahan bakar minyak.

Atas kejadian itu, pacu sampan di hari kedua terhenti. Di mana pacu sampan kali ini untuk mencari juara dengan sistem segitiga. Penyerangan yang terjadi, saat ini sudah ditangani oleh Polres lnhu.

“Ini perihal perselisihan dan perkelahian yang terjadi antara atlet sampan Putri Bungsu Dubalang Hitam IKKS Inhu Desa Redang Kecamatan Rengat Barat dengan atlet sampan Datuk Panglime Mabau Sahabat Herix Andina Gustiani CV Murni Jaya Desa Kampung Pulau Kecamatan Rengat,” ujar Kapolres Inhu, AKBP Dody Wirawijaya SIK melalui Kasubsi Penmas, Aipda Misran usai kejadian.

Misran juga membenarkan adanya atlet yang mengalami luka. Di antaranya dialami oleh satu orang Desa Kampung Pulau. Kemudian dua atlet dari Desa Redang. Salain itu, Aipda Misran juga menyebutkan bahwa akibat selisih paham, satu unit sampan yakni Putri Bungsu Dubalang Hitam IKKS Inhu Desa Redang Kecamatan Rengat Barat mengalami rusak.

“Saat ini situasi dalam keadaan aman dan kondusif dan sedang dalam upaya mediasi dengan memanggil Kepala Desa Kampung Pulau dan Kepala Desa Redang,” terang Misran.

Sementara itu, Bupati Inhu, Rezita Meylani Yopi Arianto melalui Kadisporapar Inhu, Atan,SP dikonfirmasi melalui sambungan selulernya, Rabu pagi (12/7/2023) menyebut jika insiden tawuran antar atlet itu dipicu saling ejek antar atlit saat partai final di hari ke 4 pada ajang tahunan Pacu sampan Tradisional di Tepian Trio Amanah, Rengat.

Pada saat kejadian, dirinya masih berada diluar kota karena sedang mengikuti pelatihan. Mendengar kabar itu, ia langsung bergegas dan kembali ke Inhu guna memastikan kondisi terkini dan kemudian pada malam itu juga pihaknya, LAMR Inhu bersama aparat kepolisian menggelar mediasi terhadap kedua belah pihak yang bertikai.

“Alhamdulillah, mediasi tadi malam berlangsung kondusif dan kedua belah pihak sepakat untuk berdamai,” pungkas Atan.(har)

 

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *