Kamis , 23 April 2026
Dinas sosial memberikan bantuan sosial berupa sembilan bahan pokok (Sembako).

Penghulu Teluk Pulai Dampingi Dinsos Salurkan Basos Korban Kebakaran

KUBA (pekanbarupos.co) — Korban bekaran 12 rumah dari 18 Kepala Keluarga (KK) di Kepenghuluan Teluk Pulai, Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika) mendapat perhatian dari Pemkab Rohil melalui Dinas Sosial.

Dinas sosial memberikan bantuan sosial berupa sembilan bahan pokok (Sembako), perlengkapan rumah tangga berupa kasur dan perlengkapan anak sekolah bagi korban kebakaran rumah di Kepenghuluan Teluk Pulai, Sabtu (15/7/2023) di lokasi kebakaran.

Penyerahan bantuan didampingi langsung oleh Datuk Penghulu Teluk Pulai, Mustafa Husien, Sekcam Palika, Amri SPd, prangkat desa dan tim dari Dinas Sosial Kabupaten Rokan Hilir, TKSK dan pendamping PKH serta Babinsa Koramil 04 Kubu.

Selain Pemkab Rohil, korban kebakaran juga mendapat perhatian serius dari pemerintah Kepenghuluan Teluk Pulai dengan mendirikan posko kebakaran penerimaan bantuan di ketuai langsung oleh Penghulu.

Masyarakat yang ingin memberikan bantuan secara suka rela langsung datang ke Posko, sebagian warga sudah ada memberikan bantuan berupa pakaian dan lain sebagainya.

Datuk Penghulu Teluk Pulai Mustafa Husien mengatakan, dinas sosial telah memberikan bantuan paket sembako, perlengkapan sekolah kepada warganya yang menjadi korban kebakaran rumah pada hari Kamis (13/7/2023) lalu.

“Ada juga bantuan dari Yayasan Buda Suci uang tunai. Masing-masing kepala keluarga mendapat Rp 1 juta. Jadi, ada total Rp 18 juta untuk 18 KK. Korban yang meninggal akibat kebakaran rumah ada tiga orang, dinas sosial juga berupaya memperjuangkan bantuan dari kementrian sosial dalam tahun ini, bisa setiap korban menerima bantuan Rp 15 juta,” ujarnya.

Dampak kebakaran ini membuat 18 kepala keluarga harus kehilangan tempat tinggal, masing-masing korban kebakaran terpaksa harus menyewa rumah untuk tempat tinggal mereka sedangkan korban kebakaran lain menumpang di rumah keluarga mereka.

“Korban kebanyakan warga kita bersuku tionghua, jadi di Kecamatan Pasir Limau Kapas ini banyak keluarga mereka, sebagian korban menumpang dirumah saudara-saudara mereka, dan sebagian lagi ada yang menyewa rumah,” ujarnya.

Diuraikan Penghulu, terkait posko kebakaran yang di dirikan pemerintah Kepenghuluan Teluk Pulai akan terus dibuka dan belum ditentukan sampaikan kapan posko tersebut di tutup hingga korban kebakaran bisa mendapatkan tempat yang layak untuk dihuni.

“Setiap warga yang memberikan bantuan ke Posko, kita kumpul semua, nanti baru kita salurkan. Namun, yang kita harapkan betul saat ini dari Yayasan Kartini dan klenteng-klenteng sudah menginformasikan akan memberikan bantuan yang nominal lumayan besar. Namun, itu di koordinir pengurus Yayasan dan klenteng, setelah terkumpul, baru diserahkan ke panitia Posko Kebakaran,” pungkasnya. (zul)

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *