Sabtu , 27 Juni 2026
Inilah lahan proyek PSR yang dikerjakan oleh Kelompok Tani Jaya Mandiri dan kontraktor CV Barokah Jaya terlihat semak belukar dan  mangkrak alias terbengkalai di Harapan Makmur.met

Sudah Setahun Lebih Program PSR Kelompok Tani Jaya Mandiri Mangkrak 

Petani Minta Kontraktor Barokah Jaya Bertanggung-jawab

BASIRA (pekanbarupos.co) — Sudah setahun lebih, Program Peremajaan Sawit Rakyat ( PSR) dari pemerintah pusat yang dikelola Kelompok Tani Jaya Mandiri dan CV.Barokah Jaya  di Kepenghuluan Harapan Makmur ( Paket G) Kecamatan Bagan Sinembah Raya ( Basira) Kabupaten Rokan Hilir  terbengkalai alias mangkrak.

Informasi yang diperoleh awak media Posmetro Rohil dari berbagai sumber petani kelapa sawit yang tergabung di kelompok tani Jaya Mandiri di Kepenghuluan  Harapan Makmur ( Paket G) mereka merasa kecewa dan tertipu dengan Program PSR yang dikerjakan kontraktor CV.Berokah Jaya.

“Sudah setahun lebih ini sawit kami dan milik petani lainnya ditumbang sejak bulan Mei  2022 lalu, namun sampai sekarang tidak ada kelanjutan pekerjaannya dan kondisinya jadi semak belukar,” kata petani Sawit di Paket G Miskia, Pairin dan beberapa petani lain kepada awak media Posmetro Rohil.

Miskia dan Pairin mengaku, akibat terbengkalainya Proyek PSR yang dikerjakan kelompok Tani Jaya Mandiri dan kontraktor CV.Barokah Jaya  itu masyarakat petani sawit di Harapan Makmur menjadi terpuruk akibat kehilangan penghasilan atau mata pencaharian untuk kebutuhan hidup sehari- hari.

“Kalau ini dibiarkan dan tidak ada kejelasan dari pihak pengurus dan kontraktor, kami dan petani sawit lainnya mengalami kerugian dan kehilangan penghasilan,” keluhnya diamini Ujang,Pairin dan petani lainya.

Miskia dan petani sawit lainya memaparkan, sebelum pengerjaan proyek PSR, pengurus Kelompok tani Jaya Mandiri  mengumpulkan dan mendata petani sawit untuk diikutsertakan program PSR dari pemerintah pusat dengan anggaran 60 juta per kapling. Seiring waktu berjalan, proses selanjutnya pihak kontraktor melakukan penumbangan kelapa sawit.

“Setelah ditumbang, lahan tersebut langsung ditinggal  pihak kontraktor dan tidak ada kejelasan sampai sekarang dan kondisi lahan saat ini sudah semak belukar,” terangnya.

Ketua Kelompok Tani Jaya Mandiri Barianto saat di temui awak media Posmetro Rohil,Jumat (21/7) mengaku Pihaknya juga merasa ditipu oleh Kontraktor  CV.Barokah Jaya selaku rekanan kerja kegiatan program PSR tersebut. Sebab uang proyek tersebut sudah diambil semua oleh pihak Kontraktor namun tidak dikerjakan sampai saat ini.

“Uang bibit dan biaya penanaman sudah diambil semua sama Kontraktor CV.Barokah Jaya, tapi sampai sekarang belum dikerjakan,” kata Barianto sembari mengaku dirinya terus mempertanyakan kepada Adnan dan Ridho Arisandi selaku Direktur dan Direksi CV.Barokah Jaya.

Barianto menjelaskan, luas lahan yang dikerjakan dalam Program PSR  di Kelompok Tani Jaya Mandiri  terdapat 64,7 hektar yang tersebar di Kepenghuluan Harapan Makmur, Bhayangkara Jaya dan Makmur Jaya Kecamatan Bagan Sinembah Raya.

“Totalnya ada 64,7 Hektar, tapi yang sudah ditanam sekitar 16 hektar sisanya masih kosong dan semak,” kata Barianto lagi.

Diterangkan Barianto lagi, sebelumnya  Kelompok tani Jaya Mandiri ini mendapatkan Program PSR dari pusat yang dijembatani oleh Lembaga Surveyor Indonesia ( SI) yang mana selaku koordinator SI yakni Ridho Arisandi dan kontraktor pelaksana CV.Barokah Jaya.

“Kami secara tegas Kelompok Tani Jaya Mandiri meminta CV.Barokah Jaya selaku kontraktor pelaksana kegiatan PSR untuk bertanggungjawab dengan masalah ini,” pintanya.

Ditempat lain, Bendahara Kelompok Tani Jaya Mandiri Warsito, Pihaknya juga mengaku jadi korban proyek PSR yang dikerjakan oleh kontraktor CV.Barokah Jaya milik Adnan dan Ridho Arisandi.

“Saya juga jadi korban bahkan uang saya lebih dari 150 juta sudah keluar untuk nyemprot atas suruhan Ridho selaku koordinator  SI,” ucap Warsito sembari mengaku kecewa karena uang yang dipinjam untuk semprot rumput juga belum dikembalikan.

Warsito menjelaskan, Program PSR yang dikerjakan kontraktor CV.Barokah Jaya di Kepenghuluan Harapan Makmur dan Bhayangkara Jaya serra Makmur Jaya terdapat sebanyak 64,7 hektar dengan rincian di Harapan Makmur 46 hektar dan sisanya di Blok A dan Harapan Jaya.

“Saat ini sudah ada yang di tanami sendiri oleh petani akibat tidak ada kejelasan dari pihak kontraktor,” jelas Warsito lagi.(met)

 

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *