PEKANBARU (pekanbarupos.co) — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) melakukan program kerja dengan sasaran Kelompok Ibu rumah tangga khususnya di Desa Koto Cerenti, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.
Kali ini, anggota Kelompok KKN Bangun Kampung yang berjumlah 10 orang mahasiswa yakni, Alifah Syahrani Putri (FEB), Anas Tasya (FPK), Desti Budiarti (FEB), Feri Nugroho (FISIP), Lukman Basir (FPK), Mai Liandro Pratama Syaputra (FPK), Nadya Salsabila (FMIPA), Sunnah Hanifah Wulan Putri (FPK), Tiarani Awida (FISIP), Tuah Rizki Firami (FPK).
Ketua Koordinator Desa Kukerta Koto Cerenti, Mai Liandro Pratama Syaputra, mengatakan, program kerja ini bertujuan untuk membantu ketahanan pangan masyarakat di Desa Koto Cerenti.
“Program unggulan ini kami buat dengan tujuan membantu ibu rumah tangga dalam bidang pangan khususnya budidaya ikan sekaligus sayuran. Adanya pengenalan dan praktek langsung pembuatan budidaya ikan dalam ember (budikdamber) dapat membantu ketahanan pangan masyarakat Koto Cerenti. Dan dengan diadakannya Pengenalan dan Praktek langsung pembuatan budikdamber ini banyak masyarakat yang tertarik dengan kegiatan budikdamber untuk dilakukan dirumah masing-masing,” ungkap Mai Liandro.
Dia menjelaskan, program kerja tersebut dilaksanakan Selasa (1/8/2023). Dalam pembuatan budikdamber, ibu-ibu diajari bagaimana pembuatan wadah hingga cara membudidayakan ikan.
Adapun alat dan bahan pembuatan budikdamber yang dipraktikkan oleh mahasiswa dan mahasiswi ini terbuat dari alat berupa Ember, Cup minuman, Rockwool, Arang, Sabut Kelapa.
Sementara itu, Ketua BPD Desa Koto Cerenti, Mastura Ningsih, mengungkapkan, masyarakat merasa terbantu dengan kehadiran dari mahasiswa dan mahasiswi Kukerta UNRI dalam mengedukasi cara pembuatan budikdamber ini.
Menurut dia, kegiatan ini sangat bagus khususnya dalam membantu para IRT.
“Saya pribadi setelah melihat paparan yang disampaikan mahasiswa KKN jadi termotivasi untuk melakukan dirumah, kita tidak perlu lahan yang besar, kita cuma butuh ember gak perlu mahal, itu dari segi ibu-ibu. Mungkin dari segi sekolah ini bisa dijadikan pembelajaran P5 kurikulum merdeka, kami bisa membudidayakan di sekolah mungkin nanti setelah besar kami bisa menjual kepada ibu-ibu wali murid dan bekerjasama dengan orang tua. Baik sekali,” jelasnya.
Kedepan, dia berharap dengan praktik dan edukasi pembuatan budikdamber ini, bisa dijadikan pembelajaran P5 kurikulum merdeka khususnya di Desa Koto Cerenti.
Dikonfirmasi terpisah, Dosen Pembimbing Kukerta UNRI Desa Koto Cerenti, DR. Zariul Antosa, M. Sn, mengatakan, kegiatan Kukerta yang dilakukan oleh Mahasiswa ini sudah berlangsung selama satu bulan
Salah satu kegiatan unggulan mereka yakni pembuatan serta penyuluhan budikdamber.
“Kegiatan ini bagus sejalan dengan usaha pemerintah dalam kaitan dengan usaha untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Sebagai mahasiswa terutama dalam kegiatan kukerta (KKN) ini, sebaiknya memang harus menciptakan satu terobosan baru yang memungkinkan untuk dikembangkan sendiri oleh masyarakat sesuai dengan potensi desa dan karakteristik lingkungan nya.
Auntuk itu mungkin akan lebih baik jika mahasiswa membuat alat, dan bahan yang akan digunakan dijelaskan secara spesifik dengan ukuran yang jelas. terlepas dari itu mudah mudahan yang dilakukan mahasiswa dapat diambil manfaatnya bagi masyarakat desa.” pungkasnya. (rls)
Pekanbaru Pos Riau