
Tiang listrik berdiri kokoh di ibu kota Kecamatan Kuala Kampar, Teluk Dalam. Namun, menyala hanya 15 jam sehari semalam.
KUALAKAMPAR (pekanbarupos.co) — Meski sudah 23 tahun Kabupaten Pelalawan sudah terbentuk. Ternyata masih banyak masyarakat yang belum menikmati listrik 24 Jam. Salah satunya, Kecamatan Kuala Kampar.
Kecamatan yang berada paling pesisir ini, terutama di ibukota Kecamatan, Kelurahan Teluk Dalam, masyarakatnya hanya menikmati listrik dari PLN selama 15 Jam sehari semalam.
“Kondisi listrik kurang lebih lah, macam waktu belum terbentuk Kabupaten Pelalawan, yakni saat bergabung dengan Kabupaten Kampar.
Plusnya sekarang sudah 15 jam lah. Mulai pukul 05.00 petang sampai pukul 07.00 pagi (17.00-07.00 WIB),”kata Ujang (45) warga Kuala Kampar, Rabu (11/1/2023).
“Kalau nak ikut cakap, anggaplah belum merdeka lagi kami de,”imbuhnya dengan logat Melayu setempat memaparkan kondisi listrik yang ada di Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kepri tersebut.
“Sangat berbeda dengan desa tetangga Kabupaten Karimun. Desa saja sudah merdeka listrik 24 Jam. Awak ni, ibu kota kecamatan, sedih kadang hati warga,”ungkapnya.
Tak hanya sedih, tapi kadang bercampur geram juga dengan janji-janji pemimpin negeri ini sambung Ujang. “Kalau lah ade orang Kuala Kampar yang berani berjuang memisahkan diri dari Pelalawan dan bergabung ke Kepri tentu banyak masyarakat yang mendukung,” ujarnya lagi.
Kebutuhan akan listrik imbuh Ujang menjadi kebutuhan primer. Apalagi tinggal di ibukota kecamatan.”Selain urusan di kantoran perkantoran bagi masyarakat yang membutuhkannya, juga kebutuhan internet, usaha dan lainnya.
Kini ajab bang, nak masak pakai magic com aje cume bisa malam hari. Eh, belum lagi kebutuhan lain yang terkendala. Bahkan, nambah beban lagi beli BBM kalau pakai mesin diesel,”bebernya.
“Ada kawan yang buka las sampai tutup. Tak tahan beli BBM untuk operasional, karena listrik siang hari mati,”terang Ujang.
“Bahkan, kami demo beberapa kali ke kantor PLN Kuala Kampar. Ape tidak saje. Begitulah kondisi listrik kami,”paparnya.
Masalah listrik ini pula sambung Ujang, juga telah dilaporkan ke Pemkab Pelalawan dan pihak PLN serta DPRD Pelalawan.
“Ya, sampai saat ini masih nihil. Entahlah, kami nunggu listrik bawah laut baru 24 jam. Itu, yang disampaikan pak Bupati beberapa kali turun ke Kuala Kampar ini,” ungkapnya kecewa karena seakan tak percaya bahwa projek bawah laut itu berhasil, karena hingga saat ini belum ada tanda-tandanya.
“Sepertinya sederhana. Jumlah konsumen listrik makin banyak. Ye, tinggal Pemda ajak PLN atau BUMD macam mane langkah positif. Ini tak ade progres, itu sejak kami kecik lagi. Sekarang dah tue,”sebutnya dengan tetap Bupati Pelalawan saat ini memprioritaskan Kecamatan Kuala Kampar sambil menegaskan itu pun jika ingin tetap Kuala Kampar menjadi bagian dari peta wilayah Kabupaten Pelalawan.
Pihak PLN sendiri saat mau dikonfirmasikan terkait hal ini, sampai berita ini dirilis belum berhasil dihubungi.(amr)
Pekanbaru Pos Riau