Warga Mubazir Jika Truk ODOL Masih Bebas Melintas

Truk tangki bermuatan puluhan ton CPO tampak melintas di Jalan Lintas Bagan Sinembah Raya.met
BASIRA (pekanbarupos.co) — Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir menganggarkan dana perbaikan pembangunan jalan lintas Kecamatan Bagan Sinembah Raya ( Basira) tahun 2023 sebesar 5 milyar.
Hal itu disampaikan langsung Bupati Rokan Hilir Afrizal Sintong SIP saat menghadiri pelantikan pengurus MWCNU Bagan Sinembah, Balai Jaya, Basira Dan Tanjung Medan di Masjid Simpang Tiga Sei Buaya Kelurahan Bagan Sinembah Kota Kecamatan Bagan Sinembah Raya beberapa waktu lalu.
“Tahun 2023 ini Jalan lintas Basira sudah kita anggarkan 5 Milyar,” kata Bupati Rohil Afrizal Sintong diacara pelantikan MWCNU di Kelurahan Sinembah kota Kecamatan Bagan Sinembah Raya kemarin.
Menanggapi hal itu, anggota LSM Mapalhi Rohil Irwansyah Saragih menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Rohil atas perhatian terhadap kondisi jalan Lintas kecamatan Bagan Sinembah Raya yang saat ini kondisinya rusak dan memprihatinkan.
“Kita apresiasi Pak Bupati Rohil Afrizal Sintong atas perhatiannya terhadap kondisi jalan lintas kecamatan Bagan Sinembah Raya ini,” ungkap Irwansyah Saragih yang juga selaku advokat saat dikonfirmasi kepada awak media. Kamis (16/2/2023).
Namun dibalik dari pada itu, Irwansyah menegaskan bahwasanya anggaran 5 milyar untuk perbaikan jalan lintas kecamatan Basira itu dinilai akan mubazir dan sia-sia sia jika kendaraan berat dari PKS masih bebas melintas di jalan tersebut.
“Kalau truk- truk besar dari Pabrik Kelapa sawit ( PKS) masih bebas melintas di jalan Lintas Basira, saya menilai akan mubazir dan sia- sia. Sebab jalan itu pasti akan cepat rusak dan masyarakat tidak dapat menikmati pembangunan dari pemerintah itu ,” tegas Irwansyah.
Lebih lanjut Irwansyah menyebutkan bahwa saat ini kondisi Jalan Lintas kecamatan Bagan Sinembah dan Basira sudah rusak parah akibat banyaknya truk berat yang diduga sebagai truk ODOL yang bebas melintas dari beberapa perusahaan PKS yang ada di kecamatan Bagan Sinembah Raya.
“Sesuai rambu- rambu yang dipasang Dishub, Jalan Lintas Kecamatan Basira ini masuk Golongan III C dengan kapasitas maksimal muatan hanya 8 ton sumbu, tapi faktanya yang melintas diduga sudah melebihi kapasitas,” ungkap Irwansyah lagi.
Ditambahkan Irwan, jalan lintas kecamatan Bagan Sinembah Raya saat ini sudah rusak berat dan biang kerok kerusakan ini diduga akibat maraknya truk-truk besar dari PKS yang ada di Basira setiap hari melintas.
“Masyarakat tidak melarang bisnis atau usaha namun perusahaan juga harus mematuhi aturan yang ada sehingga masyarakat tidak dirugikan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Eko Wahyu Prasetyo S.Sos yang mengaku resah dengan banyaknya truk ODOL yang lalu lalang melintas di Jalan Lintas Bagan Sinembah Raya tersebut. Beliau meminta ketegasan dari dinas terkait seperti Dishub dan Satlantas Polres Rohil.
“Dinas terkait kita harapkan untuk dapat menindak tegas terhadap kendaraan truk ODOL dari PKS di Basira yang bebas melintas di jalan ini. Saat ini kami menilai dinas terkait terkesan diam dan tutup mata,” Kata Eko.
Disebutkan Eko, disepanjang jalan lintas kecamatan Bagan Sinembah Raya mulai dari simpang sei buaya hingga Boltrem dan Salak kondisinya rusak dan banyak aspal yang hancur akibat beban berat truk ODOL yang melintas. Anggaran 5 milyar itu akan sia-sia selagi truk ODOL masih bebas melintas di Jalan Lintas Basira ini.
“Padahal Jalan alternatif truk besar ini ada di Jalan Menroad tapi kenapa truk-truk perusahaan ini tetap nekad lewat jalan lintas Basira,” ucap Eko dengan nada kesal.(met)
Berita lengkapnya baca harian Posmetro Rohil edisi Jumat (17/2).
Pekanbaru Pos Riau