Kamis , 25 Juni 2026

Jika Tidak Segera Disikapi, Pantai Ketapang Desa Sungai Cingam Terancam Hilang

Inilah salah satu pembangunan simbol nama pantai di bibir pantai Ketapang yang rusak akibat terkena ombak laut. mat

RUPAT (pekanbarupos.co) — Keberadaan Pantai Ketapang Desa Sungai Cingam, Kecamatan Rupat, Bengkalis semankin memperihatinkan sekali. Ini di sebabkan pantai yang ada semakin habis akibat terkena abrasi ombak laut. Bahkan nama tugu yang dibangun oleh Pemerintah Desa yang awalnya berjarak lebih kurang 100 meter dari bibir pantai sudah ambruk dan hancur.

Kalau pemerintah daerah tidak segera mengambil sikap, ditakutkan salah satu wisata yang ada di Negeri Junjungan akan hilang. Apalagi keberadaan Pantai Ketapang sudah banyak di kenal oleh kalangan muda maupun daerah lain. Ini terlihat pada hari-hari libur maupun hari-hari besar. Pantai tersebut selalu dikunjungi orang untuk meluangkan waktu libur ke pantai tersebut.

Pantauan dilapangan beberapa hari lalu telah terjadi gelombang ombak yang kuat menghantam tempat-tempat duduk yang ada di pinggir pantai tersebut. Bulan itu saja akan tetapi pembangunan simbol pantai tersebut jug hancur di terpa ombak pantai.

Menyikapi persoalan tersebut, Kepala Desa Sungai Cingam, Jamil SPd ketika dikonfirmasi wartawan melalui via telepon baru-baru ini membenarkan kondisi pantai tersebut sangat memperihatinkan sekali.

” Kita juga dari pemerintah desa bersama BPD dan masyarakat berusaha untuk mencari cara agar pantai Ketapang ini tetap indah akan tetapi abrasi tetap terjadi,” ucap kades.

Jamil kembali menjelaskan bahwa tahun untuk 2023 ini, pemerintah daerah Provinsi Riau akan menggulirkan dana sebesar Rp.6 milyar untuk penanganan abrasi. Tentunya, pemerintah desa harus mempersiapkan segala sesuatunya, misalnya tentang pemberkasan pengakuan ke Provinsi untuk proses lelang.

Mudah-mudahan tahun ini di bisa terealisasi sehingga pantai yang selama ini di damba-dambakak oleh masyarakat akan tetap utuh, harapnya. (mat).

Berita lengkapnya baca harian Pekanbaru Pos edisi Kamis (2/3).

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *