Honorer Diskes Pekanbaru Keluhkan Kebijakan Pimpinan

PEKANBARU (pekanbarupos.co) — Honorer lingkungan Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru keluhkan kebijakan pimpinan yang dinilai pilih kasih dan tidak adil. Issunya, pimpinan Diskes beda-bedakan penghasilan honorer yang jumlah cukup signifikan. Terutama yang bertugas di Puskesmas maupun dilingkungan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru.
Keluhan honorer ini sudah lama menyebar yang juga sudah menjadi pembicaraan antar sesama honorer. Jika keluhan itu tidak hanya pada gaji tapi juga pada penempatan yang tidak sesuai dengan keahlian masing-masing honorer.
Informasi ini disampaikan oleh salah seorang Honorer lingkungan Diskes Kota Pekanbaru yang tidak mau disebutkan namanya menimbang kenyamanan, pada Pekanbarupos. Kamis (2/3), jika permasalahan ini terjadi semenjak tahun 2022 lalu.
“Sudah lama Kami mengeluhkan ini, tapi kami takut dan tidak tau ngomong sama siapa. Masa kami udah bekerja ada yang mulai 5 hingga 10 tahun gaji cuma Rp1,5 Juta, sementara yang baru keluar SK gajinya sampai Rp3,5 Juta pada hal mereka banyak yang hanya tamatan SMA,” katanya.
Ia menyampaikan, sebelumnya pernah dapat informasi jika kesenjangan ini kabarnya ada permainan anyata Diskes Pekanbaru dengan bidang umum yang mengeluarkan SK. Sehingga penempatannya pun tidak sesuai.
“Seperti di bidang Multimedia, SK Multimed8a tamatan SMA gaji Rp3,5 juta, sementara yang dibidang kesehatan D3, S1 gajinya hanya Rp1,5 juta. Itupun gaji ditunda-tunda,” katanya.
Sesuai Perwako tambahnya, ia menerima gaji hanya Rp67 ribu perhari kerja atau sekitar Rp1,4 juta selama 22 hari Kerja . Namun dibidang lain bisa terima Rp3,5 juta.
“Kami berharap ini bisa dijelaskan agar kami merasa tidak ada yang dianak tirikan. Hanya saja kami tidak tahu ngadu sama siapa,” tuturnya.
Kepala Sukses Kota Pekanbaru, dr Zaini Rizaldy saat dikonfirmasi mengatakan tidak tau masalah tersebut. Kecuali masalah di Rumah Sakit Madani yang masalahnya ada pemotongan. Hanya saja ia juga tidak tau terkait pemotongan apa.
“Saya tidak tau itu, honorer yang mana. Yang saya tau di Madani (Rumah Sakit Madani. Red) katanya ada potongan. Tapi untuk lebih jelasnya coba hubungi Sekretaris Diskes,” katanya.
Sementara Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru, dr David Holoan mengatakan, jika informasi tersebut salah dan tidak benar. Karena tidak ada pembayaran gaji sebesar itu semuanya sesuai aturan, hanya saja seperti admin atau khusus admin, dinas-dinas lain memang sudah menaikan kalau pihaknya terlambat mengajukan maka tidak ada kenaikan.
Namun dalam menaikan gaji ini juga resikonya yaitu jika kenaikan itu menjadi temuan tidak sesuai maka dikembalikan. Karena itu tidak jadi dinaikan karena kita yakin pasti mereka tidak akan mau mengembalikan.
“Jadi kita belum ada menaikan belum ada yang kita naikan. Salah itu, memang dinas-dinas lain sudah tapi kita belum ada,” katanya.
Untuk lebih jelasnya ada pada Kasubag umum (Kasum) karena mereka yang dibidang tersebut. “Seharusnya bapak kadis tau lah, gak mungkin pak kadis gak tau. Tapi untuk jelasnya langsung tanya Kasubag Umum aja,” katanya.
Sementara Kasubag Umum dan Kepegawaian, Medy Surtiawati S.Kep mengatakan jika para honorer tidak paham dan mengerti dengan pola gaji ini. Karena untuk gaji ini ada bidangnya masing-masing dan sesuai keahliannya. Baik dibidang THL. Admin, Multimedia dan lainya.
“Jadi kita tidak menaikan gaji, karena untuk gaji ini sudah ada standar perwakonya yang secara keseluruhan, Maka itu mereka juga seharusnya bertanya dulu dan tidak sembarangan bicara,” jelasnya.
Ia menegaskan untuk masalah gaji ini tidak ada yang dibedakan dan sesuai dengan keahlian masing-masing.
“Jadi gaji ini tidak ada pandai-pandai kita karena semua itu ada landasannya. Termasuk penempatan yang sesuai dengan keahlian orangnya.
Saya berharap untuk informasi ini silahkan bertanya dan cari informasi yang benar dan tidak bicara sembarangan dan tidak mau bertanya, Kadang kita paham juga memang ini kembali ke pengetahuan mereka dan pendidikannya,” tuturnya.(dre)
Berita lengkapnya baca harian Pekanbaru Pos edisi Jumat (3/3).
Pekanbaru Pos Riau