Senin , 22 Juni 2026

99,53 Persen Penduduk Kuansing Ikut JKN, Kuansing Dorong Capaian UHC 

Wakil Presiden RI Berikan Penghargaan

Plt Bupati Suhardiman Amby saat menerima penghargaan dari Mendagri Tito Karnavian di Jakarta.

KUANSING (pekanbarupos.co)–Pemerintah Daerah Kabupaten Kuantan Singingi sukses mencapai cakupan semesta jaminan kesehatan atau Universal Health Coverage (UHC).

Terhitung sejak 1 Desember 2022, sebanyak 340.094 jiwa penduduk Kabupaten Kuantan Singingi telah terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari total jumlah penduduk 341.708 jiwa atau sebesar 99,53 persen.

Artinya, hampir seluruh warga masyarakat di Kuantan Singingi telah memiliki payung perlindungan untuk mengakses layanan di fasilitas kesehatan.

Plt Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian UHC di daerahnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan Cabang Rengat yang telah bekerja keras agar masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi bisa terjamin ke dalam Program JKN.

“Dengan telah tercapainya UHC di Kuansing maka fasilitas kesehatan juga harus kian optimal dalam melayani,” katanya

Ke depan kata Plt Bupati, pihaknya akan terus memastikan seluruh penduduk Kuansing tetap terjamin akses layanan kesehatannya melalui Program JKN-KIS.

“Kedepan kita pastikan semua warga terjamin layanan kesehatannya,” ujar Plt Bupati.

Sebelumnya, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin memberikan penghargaan kepada 22 Provinsi, 334 Kabupaten dan Kota yang telah mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sebagai program strategis nasional dengan mendorong terwujudnya Cakupan Kesehatan Semesta atau Universal Health Coverage (UHC) di Indonesia.

Dengan tercapainya UHC di setiap daerah, Wapres juga mengapresiasi komitmen Pemda khususnya dalam melaksanakan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Sementara Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengungkapkan BPJS Kesehatan bekerja keras melakukan berbagai advokasi kepada Pemerintah Daerah agar seluruh penduduk di masing-masing wilayah dapat diintegrasikan dengan Program JKN-KIS.

Namun Ghufron menekankan tercapainya predikat UHC juga harus memastikan bahwa setiap penduduk memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang adil, merata dan bermutu, baik itu layanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.

“Untuk itu, BPJS Kesehatan juga berupaya memperluas akses layanan kesehatan tersebut dengan bekerja sama dengan fasilitas kesehatan baik tingkat pertama maupun tingkat lanjutan (rumah sakit),” katanya.

BPJS Kesehatan melalui Program JKN-KIS juga telah menjadi episentrum baru di dunia jaminan sosial dan menjadi contoh negara lain karena memiliki kepesertaan terbanyak dan pencapaian UHC tercepat di dunia untuk satu skema yang terintegrasi.

Pengelolaan Program JKN-KIS di Indonesia juga sudah diakui dengan mendapatkan penghargaan tertinggi tingkat Asia Pasifik dalam ISSA Good Practice Award dari Internasional Social Security Association (ISSA).

“Untuk itu kami mendorong Pemda lain untuk dapat segera mengejar cakupan kepesertaan di daerahnya dan diintegrasikan dengan Program JKN-KIS,” ujar Ghufron.(cil)

Berita lengkapnya baca harian Pekanbaru Pos edisi Sabtu (18/3).

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *