Rabu , 24 Juni 2026
Kadis PMD Rohil Yandra SIP MSI bersama pengurus APDESI Rohil melakukan konferensi pers.

Kadis PMD Bantah Adanya Konspirasi di Kegiatan Bimtek Penghulu

BAGANSIAPI-API (pekanbarupos.co) — Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Rohil Yandra SIP MSI membantah atas tudingan dari narasi sebuah berita yang menyebutkan dirinya melakukan konspirasi terhadap kegiatan Bimtek penghulu.

Dikatakan Yandra, ada beredar narasi yang menyerang pribadi dirinya, bahwa adanya persengkongkolan yang mana dimaksud sudah menyerang dirinya. Sebab, di dalam narasi yang beredar pada sebuah pemberitaan disebutkan adanya keterlibatan dirinya.

“Dari tahun 2020 sampai saat ini saya tidak mengetahui tentang masalah ini. Maka dari itu hari ini saya konfrontir langsung bersama APDESI agar tidak ada lagi multitafsir atas narasi yang menyerang pribadi saya,” katanya pada keterangan konferensi pers Kamis (13/4).

“Saya tidak pernah menerima pemberian mulai dari nilai terkecil hingga nilai terbesar dalam apapun bentuknya untuk pengurusan sesuatu administrasi. Karena sejauh ini penghulu sudah bekerja dengan sistem,” imbuhnya.

Terhadap penyebutan dinas PMD, sambungnya, dirinya tidak membantah adanya kegiatan yang dilaksanakan kendati itu ketika dirinya menyerahkan MoU Jaga Desa. “Saya berada di sana hanya menyerahkan MoU Jaga Desa. Tidak ada intervensi dan pesan lainnya. Namun ada pihak ketiga mengajukan program ke penghulu, itu kembali kepada masing-masing penghulu apakah menerima atau tidak. Tidak ada kaitannya dengan saya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua APDESI Kabupaten Rohil Dedi juga membantah bahwa tidak benar atas narasi berita yang menyebutkan Kadis PMD tersebut, hanya saja ada program penyedia datang dalam kegiatan bahwa adanya pembelian buku.

“Tidak benar itu. Kita sempat membahas dalam kegiatan Jaga Desa apa yang diamanahkan tersebut, harus dijaga dengan baik,” ujarnya Dedi.

Dedi juga membantah bahwa narasi yang disampaikan oleh berita yang dimaksud terkait kegiatan di hotel Evo, “Kami waktu itu mengadakan kegiatan Sikoncang, memang benar banyak rekan-rekan penghulu yang belum membayarkan kegiatan ini sementara kegiatan sudah dilaksanakan. Nah di sinilah terjadinya persoalan itu, mungkin ini menjadi pengalaman bagi kami,” ungkapnya

Ditambahkan Sekjen APDESI Rohil, Hadiannur SH, bahwa dalam setiap kegiatan dan sebagai tentunya sudah ada koordinasi dalam setiap kegiatan yang akan dilaksanakan. Untuk itu, pihaknya belum mengetahui jelas soal hutang dan segala macamnya. Namun, pihaknya tidak menginginkan hal ini terulang lagi. (iin)

Berita lengkapnya baca harian Posmetro Rohil edisi Jumat (14/4).

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *