Sabtu , 20 Juni 2026

PUPR: Komposisi Tanah Urug Proyek Rigid Sesuai Spesifikasi

Soal Timbunan Jalan Rigid Pakai Tanah Urug Tanpa Dolak

INHU (pekanbarupos.co) — Pejabat teknis pelaksana kegiatan (PPTK) dinas pekerjaan umum dan penataan ruang kawasan permukiman dan pertanahan provinsi Riau mengatakan material tanah Urugan diproyek Rigid Airmolek Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), material pilihan dan layak pakai.

Sebab menurut PUPR Riau material tanah merah dicampur tanah krokos (tanah Urugan) tersebut sudah melalui proses identifikasi pengujian laboratorium PUPR Riau. “Material yang kita pakai sudah kita lakukan pengujian sesuai dengan spesifikasi teknis yang ada,” kata PPTK, Siharaman, Senin (10/5/23).

“Material timbunan pilihan kita memang merupakan gabungan dari material timbunan dicampur dengan kerikil lalu diaduk sesuai dengan komposisi,” sambung Suharman membenarkan hamparan tanah Urugan pilihan hanya dibeberapa titik.

Proyek ini bersumber dari APBD I Riau tahun anggaran 2023 melalui PUPR Riau sebesar Rp 9 Miliar lebih dengan jenis pekerjaan peningkatan kapasitas struktur jalan Batu Gajah – Sei Karas kepada rekanan PT Inti Indokomp.

Sayangnya, sesaat setelah dihampar tanah Urugan proyek tersebut malah berleak dan dikuatirkan mengancam keselamatan pengguna jalan akibat licin setelah diguyur hujan.

Warga sekitar lokasi proyek, mengatakan sumber tanah Urugan pilihan yang dimaksud PUPR Riau berasal dari Desa Sungai Parit lalu dilansir ke lokasi proyek.

“Tanah merahnya dari dekat sini sedangkan tanah krokosnya dari Sungai Parit, lalu diaduk tanpa Dolak,” sebut warga enggan ditulis nama

Atas tahapan tersebut warga ini curiga material Tanah Urugan yang dihampar ke badan jalan justru belum melalui identifikasi.

“Pencampuran materialnya pun gak pakai Dolak (tong pengukur material terbuat dari kayu), gimana bisa tahu komposisi, dan sejak kapan dilakukan pengujian laboratorium sedangkan material nya saja baru seminggu pakai,” warga, curiga.

Warga ini kembali membandingkan proyek Rigid tahun lalu justru tidak pernah pakai tanah Urugan dan tampak sangat berkualitas. “Itu proyek Rigid tahun lalu malah tak ada tanah Urugan melainkan langsung disiram batu pecah sebelum pengecoran,” narasumber mencontohkan sekaligus berharap kualitas Proyek jangan hanya ‘seumur jagung’.

Direktur PT Inti Indokomp selaku pelaksana kegiatan, Sutopo, membenarkan tanah Urugan adalah bahagian dari besaran teknis (bestek) proyek. “Untuk meratakan jalan yang rusak, ditimbun urugan pilihan, setelah padat, baru di aggregat base B, siap ini baru dilanjutkan Rigid beton,” Sutopo menjelaskan.

Pemilik perusahaan ini enggan mengomentari pertimbangan teknis proyek Rigid sepanjang 1 kilometer tidak keseluruhan ditimbun tanah Urugan. “Pak kami tidak bisa berargumen timbunan yang di spot-spot,” elak Sutopo. (san)

 

 

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *