BENGKALIS (pekanbarupos.co) — Dalam belakangan ini Pemerintah Provinsi Riau telah dihebohkan dengan adanya grop Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Hal ini langsung mendapat respon dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk melakukan sosialisasi bahaya prilaku penyimpangan seksual.
Sosialisasi ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Gabungan Organisasi Wanita (GOW). Acara ini berlangsung, Sabtu (17/6) di aula GOW Bengkalis. Sosialisasi ini dikuti oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Syariah dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkalis.
Sosialisasi ini dibuka Wakil Ketua II GOW Kabupaten Bengkalis Deliza Aziz dengan tema “Menjaga Lingkungan Pergaulan Menyelamatkan Masa Depan”.
Kegiatan tersebut bertujuan agar generasi milenial memiliki pemahaman lebih menyeluruh terhadap dampak serta penyakit yang ditimbulkan oleh perilaku LGBT.
Deliza Aziz menyebutkan selain pergaulan dilingkungan sekitar, dunia teknologi juga telah banyak mempengaruhi prilaku generasi muda. Walaupun tak dipungkiri teknologi dan internet memiliki banyak pengaruh positif.
“Generasi muda menjadi benteng untuk menghadapi dunia kedepan. Oleh karena itu, kita harus selamatkan generasi muda yang kedepan akan memimpin negeri ini,” pungkas Deliza Aziz.
Lanjut Deliza Aziz, kaum milenial lebih peka terhadap lingkungan sehingga dapat terpengaruh pergaulan menyimpang LGBT.
“Lewat kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi milenial untuk memunculkan aksi yang berkontribusi positif terhadap penurunan angka penyebaran perilaku LGBT di Kabupaten Bengkalis,” ulasnya.
Adapun narasumber dalam sosialisasi itu yakni Eny Gustinawati yang merupakan Dosen sekaligus Penyuluh Agama Islam di KUA Kecamatan Bantan.
Turut terlihat hadir dalam sosialisasi tersebut Sekretaris Dinas Sosial Bengkalis Eji Marlina, mewakili Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Suryaniwati, Kemenag Bengkalis Muhammad Isa, TP PKK Kabupaten Bengkalis dan puluhan mahasiswa. (mat)
Pekanbaru Pos Riau