Kamis , 8 Oktober 2026
Mayat tanpa identitas yang ditemukan mengapung di Sungai Kuantan teridentifikasi warga Kabupaten Nias Utara.

Mayat Tanpa Identitas di Siberakun, Ternyata Asal Nias

KUANSING (pekanbarupos.co) — Mayat tanpa identitas yang ditemukan warga mengapung di Sungai Batang Kuantan di Desa Siberakun Kecamatan Benai berhasil teridentifikasi.
Mayat laki-laki tanpa identitas tersebut ditemukan mengapung dalam keadaan tengkurap oleh warga, Senin (3/7) sekira pukul 08.50 WIB.
Dari informasi yang didapat Pekanbaru Pos, mayat tanpa identitas tersebut berhasil terindetifikasi oleh pihak kepolisian setelah petugas melakukan penyelidikan dan pengumpulan barang keterangan (Baket).
“Alhamdulillah kita berhasil identifikasi mayat yang ditemukan mengapung di Benai kemarin,” kata Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito kepada Pekanbaru Pos via telepon selulernya, Rabu (5/7).
Dijelaskan perwira melati dua di pundak itu, bahwa identitas korban terindentifikasi sebagai Arifin Zalukhu (41) warga Desa Onozalukhu Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara.
“Penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan,” ungkap Kapolres.
Sebelumnya, mayat laki-laki tersebut ditemukan warga yang melintas di dekat Sungai Batang Kuantan dan kemudian melapor ke petugas. Saat dicek, ternyata mayat tersebut mengapung di pinggir Sungai Kuantan.
“Pertama kali mayat ini ditemukan oleh warga sekitar dan dilaporkan ke kita,” kata Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito melalui Kapolsek Benai Ipda Candra Widodo kepada Pekanbaru Pos, Senin (3/7) via telepon selulernya.
Mendapat laporan, kata Kapolsek, pihaknya dan anggota meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). Sesampainya di TKP, anggota Polsek langsung membantu melakukan evakuasi dan olah TKP mayat tersebut.
“Mayat itu tanpa identitas, karena warga sekitar tak ada yang kenal. Mayat itu berjenis kelamin laki-laki. Kira-kira berumur 30-an tahun,” ungkapnya.
Masih kata Kapolsek, mayat yang ditemukan mengapung di Sungai Kuantan tersebut kemudian diangkat ke bibir sungai dan kemudian dimasukkan kantong jenazah.
“Setelah dilakukan olah TKP, kemudian anggota Polsek membawa jenazah ke RSUD Telukkuantan untuk divisum. Kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara untuk diotopsi,” ucapnya.(cil)

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *