Identitas Dikantongi, Polisi Buru Pelaku Pembunuhan di Cerenti
KUANSING (pekanbarupos.co) — Warga Desa Kompe Berangin Kecamatan Cerenti gempar setelah ditemukan pria paruh baya tewas bersimbah darah di tengah jalan di areal kebun sawit, Selasa (4/7) sekitar pukul 17.30 WIB.
Di tubuh korban juga ditemukan sejumlah luka akibat sabetan benda tajam. Kuat dugaan pria tersebut merupakan korban pembunuhan.
Setelah mendapat informasi, Satreskrim Polres Kuansing, Tim Inafis dan Polsek Cerenti langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mencari saksi-saksi dan mengumpulkan bahan keterangan (Baket).
Alhasil, korban pembunuhan tersebut diketahui bernama Arsyad (41) warga desa setempat yakni Desa Kompe Berangin, Kecamatan Cerenti yang sehari- hari sebagai petani sawit.
Selain itu, berdasarkan keterangan saksi, keterangan warga serta hasil penyelidikan di lapangan identitas terduga pelaku pembunuhan di Cerenti sudah dikantongi polisi.
Aparat Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kuansing saat ini tengah memburu pelaku.
“Insya Allah terduga pelaku sudah ada. Akan kami dalami lagi,” kata Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito kepada Pekanbaru Pos via telepon selulernya, Rabu (5/7).
Namun siapa, berapa orang dan apa motif pelaku, Kapolres belum merincinya.
Ia berkilah data, informasi serta bukti petunjuk yang didapat masih dikompilasi dan menjadi telaah penyelidikan.
Perwira melati dua di pundak itu berharap pengungkapan kasus tersebut bisa dilakukan segera.
Sebab dari sinkronisasi terhadap barang bukti, petunjuk di lapangan, dan keterangan-keterangan dari berbagai pihak sudah ada yang mengarah pada identitas pelaku.
“Mohon doanya semoga pelakunya bisa tertangkap secepatnya,” katanya.
Sebelumnya, sekira pukul 17.30 WIB, saksi Nasrian pulang dari kebun. Di perjalanan pulang, saksi melihat korban tergeletak di tengah jalan dalam keadaan bersimbah darah.
Karena melihat kondisi korban bersimbah darah, saksi segera memberi tahu kepada keluarga korban Erni Endrawati bahwa kondisi korban tergeletak di tengah jalan dengan kondisi bersimbah darah.
Setelah itu saksi Nasrian bersama saksi Erni Endrawati melihat lagi kondisi korban tersebut.
Selanjutnya saksi Erni memberitahu hal tersebut kepada istri korban Meida Herlina bahwa suaminya dijumpai tergeletak dijalan dan tidak tahu penyebabnya.
Kemudian saksi Maida Herlina, yang merupakan istri korban langsung meninggalkan rumah untuk pergi ke TKP. Sesampainya di TKP, ia mendapati suaminya sudah tewas dengan kondisi mengenaskan. Kemudian kejadian itu dilaporkan ke polisi.(cil)
Pekanbaru Pos Riau