Rabu , 22 April 2026
Sosialisasi kurikulum Merdeka di SMP negeri 6 Pekanbaru.

SMPN 6 Pekanbaru Gelar IHT Kurikulum Merdeka

PEKANBARU (pekanbarupos.co) — Demi mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkompeten, SMPN 6 Kota Pekanbaru menggelar In House Training (IHT) Kurikulum Merdeka, Senin (10/7/2023). IHT yang diikuti 60 guru dan Tata Usaha (TU) itu akan berlangsung hingga, Ahad (17/7/2023).

Kepala SMPN 6 Pekanbaru, Hj Fitra Yulia Rozi MPd menyebutkan, IHT Kurikum Merdeka ini hanya dilaksakan oleh sekolah yang telah berstatus Sekolah Penggerak. Diketahui, SMPN 6 Pekanbaru merupakan satu dari sembilan sekolah di Kota Pekanbaru yang terpilih menjadi Sekolah Penggerak untuk implementasikan Kurikulum Merdeka.

“Kurikulum Merdeka menjadi acuan dalam proses pendidikan di Indonesia saat ini. Kurikulum ini sebelumnya dikenal sebagai konsep Merdeka Belajar,” ujar Rozi kepada Pekanbaru Pos, Senin (10/7/2023) saat ditemui di ruang kerjanya.

“Agenda IHT iji dilaksanakan untuk Sekolah Penggerak dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Ini merupakan langkah awal dari Sekolah Penggerak untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di sekolah,” lanjut Rozi.

Untuk narasumber sendiri, papar Rozi, terdiri dari Kepala SMPN 6 Pekanbaru dan dua orang guru yang sudah ikut dan lulus IHT Sekolah Penggerak, yakni Ulvinora SSi dan Elka Maharani SPd serta Novi Kusmalinda selaku narasumber Kurikulum Merdeka yang lolos seleksi Kemendikbud Ristek RI.

“Adapun materi IHT yang diberikan kepada guru adalah Materi, Profil Pelajar Pancasila, Analisis Tujuan Pembelajaran (ATP), Asesmen, Capaian Pembelajaran dan Strukrut Kurikulum,” terangnya.

Melalui IHT ini, sebut Rozi, ke depan SMPN 6 Pekanbaru akan menjadikan seluruh guru memiliki SDM yang unggul. Kemudian untuk siswanya melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa, bisa mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan sekolah juga melakukan kegiatan digitalisasi sekolah dan sekolah berbasis data.

“Dengan berjalannya program ini dapat meningkatkan kualitas dan mutu di Sekolah Penggerak, dan bisa menjadi akselerasi untuk sekolah lainnya. Harapannya ke depan dapat meningkatkan kualitas atau mutu di Sekolah Penggerak dan menjadi akselerasi untuk sekolah lainnya. Jadi Sekolah Penggerak merupakan katalis untuk melaksanakan implementasi Kurikulum Merdeka, dan menjadi akselerasi Kurikulum Merdeka,” kata Rozi.(yan)

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *