PEKANBARU (pekanbarupos.co) — Mengawali Tahun Ajaran (TA) 2023/2024, SMPN 42 Kota Pekanbaru menggelar In House Training (IHT) Sekolah Penggerak. IHT yang dilaksanakan 10-15 Juli itu diikuti 40 guru demi mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkompeten.
Kepala SMPN 42 Kota Pekanbaru, Hj Misrawati SPd MM menjelaskan, IHT Sekolah Penggerak hanya dilaksakan oleh sekolah yang telah berstatus Sekolah Penggerak. Diketahui, SMPN 42 Pekanbaru merupakan satu dari sembilan sekolah di Kota Pekanbaru yang terpilih menjadi Sekolah Penggerak untuk implementasikan Kurikulum Merdeka.
“Kurikulum Merdeka menjadi acuan dalam proses pendidikan di Indonesia saat ini. Kurikulum ini sebelumnya dikenal sebagai konsep Merdeka Belajar. Sekolah Penggerak inilah impelementasi dari Kurikulum Merdeka yang difasilitasi pemerintah melalui BOS Kinerja,” ujar Misrawati kepada Pekanbaru Pos, Sabtu (15/7/2023) saat ditemui di ruang kerjanya.
“Agenda IHT ini dilaksanakan untuk Sekolah Penggerak dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Ini merupakan langkah awal dari Sekolah Penggerak untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di sekolah,” lanjut Misrawati.
Sementara itu, Ketua Panitia IHT Sekolah Penggerak SMPN 42 Kota Pekanbaru, Eka Septrina SPd menyampaikan, untuk narasumber sendiri, terdiri dari Kepala Sekolah, Hj Misrawati SPd MM, Pengawas Sekolah, Sarinah MPd, guru yang ditunjuk sebagai Dewan Komite Pembelajaran, Delvivia, Eka Septrina, Ceria Victoria Galosa dan Hera Yuliarnita MPd.
“Adapun materi IHT yang diberikan kepada guru adalah Materi, Refleksi Pembelajaran Kurikulum Merdeka, Pembelajaran Plafform Merdeka Belajar, Asesmen dan Pembelajaran, Pemahaman Capaian Pembelajaran, Perancangan Pembelajaran Bagian 1: Menyusun TP dan ATP, Perancangan Pembelajaran Bagian 2: Modul Ajar, Penyusunan KOSP: Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan, Visi, Misi, Tujuan Satuan Pendidikan, Perancangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Pengenalan Platform Teknologi Prioritas, Persiapan Implementasi Kurikulum Merdeka dan Asesmen Layanan Bimbingan Konseling,” terang Eka.
Melalui IHT ini, kata Eka, ke depan SMPN 42 Pekanbaru akan menjadikan seluruh guru memiliki SDM yang unggul. Kemudian untuk siswanya melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa, bisa mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan sekolah juga melakukan kegiatan digitalisasi sekolah dan sekolah berbasis data.
“Dengan berjalannya program ini dapat meningkatkan kualitas dan mutu di Sekolah Penggerak, dan bisa menjadi akselerasi untuk sekolah lainnya. Harapannya ke depan dapat meningkatkan kualitas atau mutu di Sekolah Penggerak dan menjadi akselerasi untuk sekolah lainnya. Jadi Sekolah Penggerak merupakan katalis untuk melaksanakan implementasi Kurikulum Merdeka, dan menjadi akselerasi Kurikulum Merdeka,” tukas Eka.(yan)
Pekanbaru Pos Riau