Unit PPA Polres Rohul Berikan Perlindungan Humanis
ROKANHULU (pekanbarupos.co) — Dampak lanjutan dari kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum Guru Honorer di salah satu SMA Negeri Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) masih dalam proses penyidikan Sat Reskrim bersama Unit PPA Polres Rohul.
Namun langkah pendampingan yang dilakukan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Rohul terhadap korban, sebut saja Bunga mestinya harus diapresiasi lebih.
Setidaknya beberapa keterangan dari Kapolres Rohul, AKBP Budi Setiyono, SIK, MH melalui Kasat Reskrim Polres, AKP Raja Kosmos kepada pekanbarupos.com, Kamis (3/8), mengatakan Polres Rohul tidak hanya fokus kepada penyidikan terhadap tersangka AG (45), tapi juga memprioritaskan langkah pendampingan setidaknya menghapus trauma mendalam yang dirasakan oleh Bunga.
“Prioritas kita adalah perlindungan korban anak dan perempuan, bagaimana membantu upaya memberikan rasa aman, meniadakan trauma dengan koordinasi kerjasama pihak terkait”, sebut Raja. Apa yang dikatakan Kasat Reskrim yang baru satu Minggu bertugas ini bukan sekedar isapan jempol, tapi bentuk detail langkah pendampingan yang dilakukan Unit PPA Polres Rohul dijelaskan kepada Pekanbarupos.
“Secara detail bentuk langkah pendampingan yang diberikan personil Polwan kami di Unit PPA melakukan pendekatan secara humanis kepada korban, dan diayomi sehingga tidak merasa sebagai korban”, terang Raja lagi. Lebih lanjut Kasat Reskrim Rohul ini menyebutkan bahwa ada pendamping korban saat dilakukan visum, dan sudah diberikan pendampingan terhadap korban dengan pemeriksaan psikologi dan assesment di UPT Dinas Sosial Rohul.
Apa yang dilakukan Personil Unit PPA Polres Rohul agar tidak ada rasa traumatik berlebihan dalam hal sosialisasi lingkungan terhadap korban mengingat usia nya masih sangat muda dan memiliki masa depan yang panjang.
Sementara itu, Kadis Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Riau, Kamsol lewat konfirmasi via seluler mengatakan telah melakukan kroscek ke SMA Negeri yang dimaksud sekaligus mengikuti rangkaian acara Gubri di Rohul. Kadisdik Provinsi Riau ini langsung mendapatkan keterangan lisan dari Kepala Sekolah (Kepsek) tersebut.
“Kemarin baru disampaikan secara lisan oleh Kepseknya untuk Guru yang bersangkutan diambil tindakan, dan saat ini juga sedang dalam proses di APH”, sebut Kamsol. Mantan Pj Bupati Kampar ini juga sangat menyayangkan peristiwa yang terjadi.
“Kita sangat menyayangkan itu terjadi, apalagi kapasitas dia sebagai seorang Guru Konseling”, tambah Kadisdik Provinsi Riau ini. Kamsol menambahkan bahwa perbuatan ini tidak bisa ditolerir apapun alasan nya.”Saya sudah sampaikan ke Kepsek nya untuk diambil tindakan tegas dan dilakukan pemecatan”, tambah Kamsol.
Terakhir Kadisdik Provinsi Riau berpesan kepada seluruh para pendidik, tidak hanya Rohul tapi juga yang ada di Provinsi Riau.
“Bahwa Guru harus memberikan citra terbaik kepada setiap muridnya dan sebagai panutan untuk pembentukan karakter dan kompetensi anak ke depan agar dapat bersaing di dunia global”, tutup Kamsol.(bal)
Pekanbaru Pos Riau