
KAMPAR (pekanbarupos.co)-Keseruan Pelatihan Dasar Jurnalistik yang digelar SMAN 5 Tapung, Kabupaten Kampar bekerjasama dengan Harian Pekanbaru Pos berlanjut, Selasa (12/12/2023).
Setelah sehari sebelumnya diberikan materi seputar dasar-dasar jurnalistik, pada hari kedua para siswa SMAN 5 Tapung mulai praktik langsung wawancara, menulis berita hingga mengedit agar sesuai dengan kaidah jurnalistik.
Pemimpin Redaksi (Pemred) Harian Pekanbaru Pos, Safari Al Royyan yang hadir langsung sebagai narasumber menyebutkan, praktik langsung itu bertujuan agar siswa SMAN 5 Tapung tidak hanya tahu teori dan berimajinasi dalam pikirannya saja. Mereka bisa tahu dan merasakan serta melakukan sendiri tugas, dan pekerjaan sebagai wartawan.
“Praktik ini dibuat semirip mungkin dengan bentuk kerja redaksi. Ada deadline, penugasan dan sebagainya,†ujar Royyan.
Dalam reportase atau liputan, lanjut Royyan, para siswa yang berperan sebagai wartawan juga ditugasi mewawancarai beberapa tokoh yang sudah ditentukan. Peserta harus bisa mendapat wawancara dengan tokoh tersebut lalu menuliskannya dalam berita.
“Untuk ketemu dengan tokoh dan narasumber kadang tidak gampang. Butuh kesabaran dan ketekunan. Nah, peserta kami tunjukkan dan diberi kesempatan untuk mengalami sendiri bagaimana sulitnya ketemu narasumber dan mewawancarainya,” paparnya.
Diakui Royyan dihadapan para siswa SMAN 5 Tapung, menjadi wartawan atau jurnalis tidak mudah. Ada kode etik yang harus dipatuhi dan harus berimbang dalam menyajikan berita.
Beberapa kiat supaya sukses wawancara yaitu, menyiapkan catatan kecil berisi hal-hal yang akan ditanyakan ke narasumber, memahami karakter narasumber dengan cara komunikasi dengan orang dekatnya.
“Yang paling utama adalah menguasai materi yang akan ditanyakan ke narasumber. Tanpa menguasai materi, seorang pewawancara akan gagap di hadapan narasumber,” pesan Royyan kepada para siswa SMAN 5 Tapung.
Sementara itu, Kepala SMAN 5 Tapung, Kamal Majdi SPd melalui Wakil Kesiswaan SMAN 5 Tapung, Asmayarni SPd mengapresiasi materi yang diberikan kepada siswa pada Pelatihan Dasar Jurnalistik ini. Para siswa diajari dengan baik dan diberi banyak pengalaman. Diharapkan peserta semakin maju dan bertambah kemampuan dan pengalaman, khususnya dalam dunia jurnalistik.
“Pelatihan jurnalistik ini merupakan kegiatan perdana kami. Ini juga menjadi bekal bagi kami untuk membentuk ekskul jurnalistik sekolah. Sehingga ilmu yang didapat nanti dapat diaplikasikan para siswa mengisi konten kegiatan-kegiatan sekolah melalui mading, majalah sekolah atau website sekolah,” terang Asmayarni.
Apalagi, lanjut Asmaryani, melalui pelatihan ini siswa diajari agar pandai menulis, memahami, dan mengerti dunia kewartawanan, ilmu jurnalistik dan pemberitaan. Sehingga tahu mana berita hoaks dan tidak.
“Tidak ada ruginya pintar menulis itu. Jadi apa saja dan siapa saja, kalau pintar menulis akan semakin baik,” tegasnya.
Disisi lain, salah seorang siswa SMAN 5 Tapung yang terlibat langsung dalam praktik jurnalistik, Suci mengaku sangat menikmati kegiatan jurnalistik. Mulai dari menyiapkan bahan wawancara, wawancara hingga proses menulis berita.
“Seru dan asyik. Kita bisa wawancana dan menulis berita. Apalagi, hasil tulisan kamia dikoreksi oleh pemateri. Jadi kalau ada kesalahan bisa langsung tanya dan diperbaiki,” ucap Suci.
Selain menggelar Pelatihan Dasar Jurnalistik untuk para siswa, SMAN 5 Tapung juga menggelar Workshop Refleksi Implementasi Kurikulum Merdeka dan Penilaian Hasil Belajar Bagi Guru Mapel oleh Komunitas Belajar SMANLITA BERTUAH SMAN 5 Tapung, 12-15 Desember. Workshop ini diikuti seluruh guru SMAN 5 Tapung dengan menghadirkan Guru Penggerak Angkatan 3, Desnita SAg sebagai narasumber.(yan)
Pekanbaru Pos Riau