
PANGKALANKERINCI (pekanbarupos.co) –Jalan Lintas Timur Sumatera wilayah Kabupaten Pelalawan Pelalawan Riau terendam banjir. Semua jenis kendaraan masih aman melintas, namun tetap harus berhati-hati agar tidak keluar jalur jalan.
Sekitar pukul 11.30, WIB, Ahad (31/12/2023) media ini berada di lokasi banjir di Lintas padat tersebut. Mulai sebelum jembatan Pangkalan Kerinci yang menghubungkan dua bibir Sungai Kampar, maupun setelah jembatan arah ke Sorek di Jalan Lintas Timur masuk Desa Kecamatan Pangkalan Kuras.
Setidaknya ada 6 atau 7 titik badan jalan negara rigid beton yang terendam. Kedalamnya pun variatif. Ada sekitar 30 centimeter bahkan lebih 60 centimeter. Semuanya berada sebelum jembatan lewat Mapolres Pelalawan dan sesudah jembatan.
Di beberapa titik lokasi badan jalan yang terendam banjir, nampak ada beberapa masyarakat yang ikut mengarahkan alur jalan bagi pengendara. Tak lupa mereka menenteng ‘bakul’ untuk menampung uang receh dari pengendara yang merasa terbantu.
Sementara itu di Km 80,81 Jalan Lintas Timur Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan. Luapan bbanjir yang merendam badan jalan cukup dalam. Namun, petugas gabungan dari TNI, Polri, Dishub Pelalawan serta masyarakat tampak siaga dan sigap mengatur arus kendaraan.
Meski padat merayap, namun arus kendaraan tetap lancar dan tetap bisa melintas, apalagi dibantu petugas.
“Level air turun naik bang. Beberapa hari kedalamnya cukup tinggi sampai motor saya harus naik truk untuk lewat bang,”kata Kopda Safii Marpaung salah seorang petugas gabungan dari kesatuan Kodim 0313 Kampar saat ditemui media ini di lokasi KM 80 tak jauh dari Rumah Potong Hewan (RPH) Pelalawan di Desa Kemang Pangkalan Kuras kemarin.
“Kalau di titik ini banjirnya agak panjang rendaman air terutama di badan jalan yang agak rendah. Lebih kurang 1 kilometer bang,”jelas Safii Marpaung yang mengaku sudah mangkal di lokasi banjir bersama tim gabungan lainnya lebih kurang satu pekan lalu.
“Ada dari Polres Pelalawan, Polsek, Kodim 0313, Koramil 03,04, 09, Dishub Pelalawan juga dibantu masyarakat Kemang,”bener Safii terkait tim yang Siaga di lokasi banjir.
Sementara itu, di lokasi banjir juga truk angkutan sepedamotor milik masyarakat.”Satu unit sepedamotor Rp60.000,”jelas salah seorang warga yang ikut bongkar muat sepedamotor milik pengguna jalan yang melintas di lokasi banjir yang khawatir terperosok. Mereka lebih memilih merogoh kantong menumpang truk untuk melewati banjir.
Namun, banyak pula pengguna kendaraan terutama sepedamotor yang nekat menerobos jalan. Meski permukaan badan jalan tertutup banjir, namun karena ada petugas yang ikut mengatur arus lalin, jadinya tetap lancar.
Sementara itu, di kiri kanan jalan, selain perkebunan milik masyarakat yang terendam karena luapan Sungai Kampar. Ratusan rumah warga juga ikut terdampak banjir.
Bahkan, salah satu masjid dekat jembatan sudah terendam banjir. Lantai masjid sudah tidak tampak lagi karena kedalam air cukup tinggi.(amr)
Pekanbaru Pos Riau