PANGKALANKERINCI (pekanbarupos.co) — Konflik gajah dengan manusia di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau belum usai. Satwa liar yang dilindungi negara masih merusak kebun warga. Kerugian pun mencapai ratusan juta rupiah.
Memang ironis. Dua ekor gajah yang sudah bersafari selama 2 bulan lebih di ibu kota Kabupaten Pelalawan, Pangkalan Kerinci belum berhasil di evakuasi. Warga pun dibuat panik menjaga kebun dan mengusir si belalai panjang. Namun, tidak berhasil.
Setelah resmi menyurati pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) untuk evakuasi dua ekor gajah tidak berhasil, karena tidak punya anggaran.
Langkah terbaru, Pemkab Pelalawan secara resmi melayangkan surat ke Direktur PT RAPP. Isinya sama, berharap dukungan untuk membantu proses evakuasi dua ekor kawanan gajah liar kembali ke habitatnya.
Informasi yang didapat media ini, Rabu (24/1/2024), surat untuk Direktur PT RAPP itu diteken langsung Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Budi Surlani, S. Hut, MM.
Dalam surat dengan Nomor:500/DPMPTSP/2024/29 itu, Pemkab Pelalawan mohon dukungan evakuasi 2 ekor gajah liar yang berada di sekitar Jalan Koridor PT RAPP Km 4-5 di Pangkalan Kerinci untuk dikembalikan kehabitatnya.
Menurut Budi Surlani, keberadaan kedua ekor gajah liar tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat dan sekitarnya. “Kami mohon secepatnya segera dilakukan evakuasi terhadap kedua gajah liar tersebut dan selanjutnya dikembalikan kehabitatnya,”katanya.
Disebutkan, BBKSDA Riau telah menyiapkan petugas dan tenaga ahlinya guna membantu proses evakuasi kedua gajah liar dan mengembalikan ke habitatnya. Namun, tidak disebutkan rincian yang diminta ke pihak milik Taipan Sukanto Tanoto tersebut.
Sementara itu, Ketua RW 05, Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat Suardi Abdullah mengatakan, selain surat yang ditujukan untuk Direktur PT RAPP, warga setempat juga akan menggalang dana.
“Warga juga akan menggalang dana untuk membantu proses evakuasi gajah. Sebenarnya, memang agak lucu warga harus mengumpulkan uang untuk evakuasi gajah. Tapi, bagaimana lagi, yang mengurusi masalah gajah (BBKSDA, red) tak ada anggaran. Jadi, warga akan membantu semampunya lah,”ungkap Ketua RW yang akrab disapa Edi ini sambil berharap PT RAPP yang kononnya sangat peduli terhadap lingkungan dan ikut melindungi satwa dilindungi itu segera membantu evakuasi gajah.
“Ini baru dua ekor. Macam mano pulak kalau 10 gajah masuk Pangkalan Kerinci. Mungkin tak hanya kebun, rumah masyarakat pun habis digasak. Masing-masing saling menonton saja,”pungkas Edi.(amr)
Pekanbaru Pos Riau