Sabtu , 27 Juni 2026
Kepala SMPN 13 Kota Pekanbaru, Zurdianto MPd saat pembentukan tim TPPK.ist

Cegah Kekerasan, SMPN 13 Pekanbaru Bentuk Tim TPPK

PEKANBARU (pekanbarupos.co) — Untuk menghindari kekerasan di lingkungan pendidikan, terutama pada anak, pemerintah menguatkan tim penanganan. Terutama kepada Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) atau sederajat lainnya.

Kepala SMPN 13 Kota Pekanbaru, Zurdianto MPd mengatakan, keputusan terkait pencegahan kekerasan telah dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI hingga sampai saat ini. Sejalan dengan keputusan itu, SMPN 13 Pekanbaru telah membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK).

“Tim ini dibentuk untuk melakukan pencegahan dan penanganan, misalkan apabila terjadi kekerasan di sekolah. Tim ini merupakan gabungan antara unsur internal sekolah dan luar sekolah, komite dan orang tua. Kami juga menambah 1 koordinator di setiap kelas dari unsur wali kelas sebagai penguatan tim,” ujar Zurdianto kepada Pekanbaru Pos, Senin (5/2/2024).

Dijabarkan Zurdianto, pembentukan TPPK sesuai dengan Permendikbud Ristek Nomor 46 Tahun 2023 supaya lingkungan belajar mengajar menjadi inklusif, berkebhinekaan, dan aman bagi semua. Dibentuknya TPPK dan Satuan Tugas (Satgas) ini bertujuan agar kekerasan di satuan pendidikan dapat segera tertangani. Jika ada laporan kekerasan yang terjadi di satuan sekolah, dua kelompok kerja ini harus melakukan penanganan kekerasan dan memastikan pemulihan bagi korban.

“Saya berharap tim ini dapat membuat program-program di sekolah yang bisa menumbuhkan rasa aman dan nyaman. Sehingga dapat memberikan bimbingan kepada anak-anak agar tindak kekerasan itu tidak terjadi,” ucap Zurdianto.

Disamping itu, TPPK dan Satgas juga harus mengembangkan program di sekolah untuk pembinaan pendidikan karakter anak. Seperti mulai untuk kegiatan-kegiatan yang terkait dengan bagaimana memberikan kesadaran pada anak terhadap tindak kekerasan itu melalui penyuluhan, bimbingan, arahan.

“Kami telah memulai beberapa kali penyuluhan dan bimbingan kepada para siswa dan TPPK. Jika ada pelakunya, maka akan dimasukkan ke Bengkel Akhlak untuk penanganan lebih lanjut melalui unsur psikolog, kepolisian hingga ustad untuk memberikan pemahaman secara agama,” tukas Zurdianto.

Zurdianto berharap tim tersebut dapat menyiapkan program-program edukasi, memberikan kesempatan untuk anak agar bisa mengembangkan bakat dan minat para siswa. Sehingga anak-anak bisa mengikuti belajar dengan aman dan nyaman. “Sekolah akan intens melakukan penguatan antar tim, agar aktivitas anak di sekolah betul-betul nyaman,” kata Zurdianto.(yan)

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *