INHU (pekanbarupos.co) — Usai libur bersama dalam momen hari besar keagamaan bagi umat muslim, Idul Fitri 1445 H 2024 Masehi, besok, Senin (22/4/2024) dunia pendidikan, tak terkecuali yang berada di Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau mulai memasuki kegiatan belajar mengajar.
Kendati demikian, para siswa maupun guru pengajar mulai khawatir dan cemas. Kecemasan itu ditengarai akses utama siswa/i dan guru dari tempat tinggal mereka menuju kesekolah hancur lebur bak adonan lumpur.
Kekhawatiran perjalanan menuju tempat mengenyam pendidikan itu diutarakan oleh salah satu guru di Kecamatan Batang Cenaku. Yaps, dia adalah Wakasek SMAN 1 Batang Cenaku, Edi Junaidi,S.Kom. “Yang kami khawatirkan dan kami keluhkan selama ini jika musim hujan tiba, jalan rusak dan sangat menyulitkan kami untuk menuju ke sekolah. Apalagi, besok kan sudah mulai masuk sekolah,” ungkap Edi Junaidi.
Edi menceritakan penderitaan para siswa siswinya tatkala ingin pergi ke Sekolah, tak jarang mereka mandi lumpur dan pakaian mereka belepotan lumpur sesampainya disekolah. “Kasian anak anak, yang biasanya bisa ditempuh hitungan menit sampai disekolah, gara gara jalan rusak, mereka bisa dua jam baru sampai,” kesah Wakasek.
Sebagai seorang guru yang berdomisili di Kecamatan Batang Cenaku, tentunya ia bersama ribuan masyarakat mendambakan adanya infrastuktur jalan yang memadai. Menurutnya, di Provinsi Riau merupakan salah satu daerah penghasil TBS kelapa sawit terbesar di Indonesia. Tentu disini ada Dana Bagi Hasil (DBH) yang bisa digelontorkan oleh pemerintah untuk perbaikan bahkan peningkatan kontruksi jalan yang notabenenya jalan Nasional.
Kembali ke permasalahan hancurnya Jalinsel, khususnya alur transportasi masyarakat mulai dari Simpang Dk2, Aurcina hingga ke desa Cenaku Kecil perlu adanya upaya tanggap darurat oleh berbagai pihak.
“Upika, dan para kades, pihak perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan TBS kelapa sawit serta pelaku usaha harus cari solusi secepat mungkin. Dan bagi Dinas terkait, baik itu Pemda Inhu maupun Pemprov Riau kami juga memohon keluhan jalan yang rusak segera diperbaiki. Hal itu agar kegiatan belajar mengajar di dunia pendidikan dapat berjalan dengan lancar,” tutup Edi sembari berharap Instansi terkait segera kroscek ke lokasi, terutama poros desa Puntianai Kecamatan Batang Cenaku, karena dititik yang satu ini bisa dibilang putus total karena kehancuran jalan yang masih berupa tanah kuning dan belum tersentuh adanya peningkatan jalan oleh PUPR Provinsi Riau.(har)
Pekanbaru Pos Riau