Jumat , 26 Juni 2026
Kondisi jalan Silaing Kariang pasca banjir lahat dingin gunung Marapi putus total.ist

Korban Meninggal Musibah Lahar Dingin Marapi Jadi 27 Orang

BUKITTINGGI (pekanbarupos.co) — Korban meninggal dunia karena bencana banjir yang melanda tiga daerah di Sumatera Barat, Sabtu (11/5) malam bertambah menjadi 27 orang, hingga Minggu pukul 14.30 WIB. BPBD Sumbar di Padang, Minggu melansir, dari 27 orang warga yang menjadi korban meninggal dunia itu sebanyak 16 orang berasal dari Kabupaten Agam dan 11 orang merupakan warga Tanah Datar.

“Daerah asal korban jiwa ini baru data sementara karena sebagian masih belum teridentifikasi,” kata Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham di Padang, Minggu. Ia menyebut, sebagian besar korban meninggal dunia dibawa ke RS Achmad Muctar Bukittinggi dan RSUD Tanah Datar. Sebagian lagi sudah dibawa ke rumah duka.

Menurutnya, tim gabungan masih berada di lapangan karena masih ada korban yang diduga belum ditemukan. Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menyampaikan bela sungkawa dan duka yang mendalam bagi keluarga dari korban bencana banjir di daerah itu. “Kita sudah berkoordinasi dengan semua pihak untuk penanganan pascabencana secepat mungkin,” ujarnya.

Semua organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Pemprov Sumbar sudah diperintahkan untuk turun dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang terdampak bencana. “Kami juga berterima kasih pada TNI, Polri, Tim SAR dan semua pihak lain yang telah bahu membahu untuk mengatasi dampak bencana ini,” katanya. Ia mengimbau masyarakat yang bermukim di dekat aliran sungai untuk tetap waspada pada potensi bencana banjir karena cuaca masih kurang bersahabat.

Bencana banjir melanda tiga daerah di Sumbar, yakni Kabupaten Agam, Tanah Datar dan Kota Padang Panjang.
Selain menelan banyak korban jiwa, banjir juga merusak rumah warga dan fasilitas umum seperti jalan dan jembatan.

Jalur Bukittinggi-Padang Putus Total
Pengguna jalan dari Bukittinggi yang hendak menuju Malalak dan Lubukbasung, Kabupaten Agam melalui Padanglua diminta lewat jalur alternatif. Pasalnya, terjadi banjir bandang (galodo) di kawasan Galudua, Kecamatan IV Koto, Agam.

Menurut Petugas Satlantas Bukittinggi, Ipda Roni Edwar, galodo tersebut turun dengan deras sekitar pukul 22.00 WIB pada Sabtu (11/5/2024). Pantauan Padang Ekspres (RPG) di video yang beredar, banjir bandang tersebut meluncur deras dan merendam sejumlah rumah warga di sekitarnya.

“Kami minta masyarakat dari Padanglua yang ingin menuju Malalak dan Lubuk Basung untuk tidak melewati jalur tersebut,” imbau Roni Edwar melalui akun media sosial Polres Bukittinggi.

Sebelumnya, petugas Satlantas Polres Bukittinggi juga telah melaporkan terjadinya longsor di Malalak Timur yang mengakibatkan jalan tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat dan dua.

“Saat ini pada pukul 21.00 WIB dan cuaca masih hujan deras. Jalur Malalak ditutup. Kami imbau pengendara untuk mencari jalur alternatif,” kata petugas tersebut lewat media sosial Instagram Polres Bukittinggi.

Sedangkan di jalur Padang-Bukittinggi, tepatnya di kawasan Lembah Anai ditutup sementara karena adanya jalan terban terbawa arus air di dekat lokasi pelebaran jalan, dekat Silaing Kariang dari arah Kota Padangpanjang.

“Jalan tidak bisa dilewati. Kendaraan dari Padang kita hentikan sampai Lembah Anai, sedangkan kendaraan dari Bukittinggi dihentikan di Padangpanjang,” kata petugas Satlantas Polres Padangpanjang Brigadir Dedi.(rpg)

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *