PEKANBARU (pekanbarupos.co) — Hadiri undangan silaturahmi bersama Persatuan Masyarakat Riau di Jakarta (PMRJ). Sabtu (18/5), Pj Gubernur Riau SF Haryanto perkenalkan konsep rencana pembangunan Hotel Slipi yang saat ini kawasan Mess Slipi di Jakarta.
Pj Gubri juga menyampaikan jika untuk kedepan kegiatan PMRJ tidak lagi din hotel lain, tapi sudah di hotel milik Provinsi Riau sendiri. Sehingga kegiatan silahturahmi saat ini merupakan kegiatan terakhir di tempat lain.
“Sesuai pembahasan dengan pengurus, kami sepakat, Insyaallah kegiatan PMRJ saat ini merupakan kegiatan terakhir di tempat lain dan kedepannya di hotel kita Riau sendiri yaitu Hotel Slipi,” katanya.
Untuk pembangunan katanya, Pemerintah Provinsi Riau telah mempersiapkan perencanaan yang pelaksanaannya dalam waktu dekat ini akan disepakati. Karena pembangunan hotel dilakukan dengan lelang investasi, yang skemanya dapat menguntungkan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemprov Riau.
“Hotel ini berstandar bintang 3 (tiga) yang terdiri dari 16 lantai dengan unit sebanyak 288 kamar dan dilengkapi dengan Ballroom serta meeting room. Kita juga telah membebaskan lahan di sekitar lokasi untuk mendukung perluasan pembangunan kedepan,” tuturnya.
Selain pembangunan hotel Slipi, Pj Gubri juga menyampaikan terkait berbagai pembangunan lainya di Riau. Diantaranya, pabrik kertas di Riau yang juga akan menjadi lapangan kerja maupun lapangan usaha bagi masyarakat Riau kedepan. Karena untuk pabrik kertas ini akan menggunakan batang pisang dan kapas yang bisa dikelola oleh masyarakat.
“Sedangkan rencana lokasinya berada di Kampar Kiri yang lokasinya juga cukup bagus dan luas sesuai kebutuhan bahan kertas yang akan dibangun,” katanya.
Tidak hanya itu, Pj Gubri juga memaparkan, perkembangan infrastruktur yang sudah digesa selama 2,5 bulan terakhir ini. Bahkan ia juga telah mempersiapkan benerapa perencanaan yang bisa dilaksanakan oleh pemimpin Riau kedepan yang perencanaan ya sesuai dengan aturan.
Hal itu tentunya harus didukung dengan komitmen dan keberanian untuk memberikan kontribusi positif dalam pengembangan infrastruktur secara maksimal ke masyarakat.
“Pemimpin itu harus berani. Kalau untuk kepentingan masyarakat dan tidak menyalahi aturan yang berlaku kenapa harus takut. Pemimpin ya harus berani, kalau masih takut-takut tidak usah jadi pemimpin. Untuk itu kita juga harus bersatu dalam mengembangkan dan memajukan daerah ini,” tegasnya.
Ia juga tidak menapik adanya beberapa cibiran soal langkah dan semangatnya menggesa pengerjaan dan perbaikan infrastruktur di bumi Lancang Kuning. Kendati demikian, hal itu tidak membuatnya surut untuk tetap melahirkan program pembangunan yang sedang digesa. Sebut saja, dengan mengambil alih sebanyak 14 ruas jalan yang ada di Pekanbaru yang sebelumnya semoat dikeluhkan karena kerusakan yang parah. Rencana membangun jembatan Sei Pakning Bengkalis,
Membangun Hotel Slipi Jakarta, Perkantoran Terpadu Kantor Gubernur Riau. Serta elebaran akses jalan dan mengurai kemafetan Jalan Tuanku Tambusai di dekat Mal SKA dan pengembangan bangunan SMA 1 Pekanbaru sampai merancang membuat program multiyears untuk penyelesaian perbaikan jalan kewenangan provinsi dan beberapa inovasi lainnya.
“Ada yang awalnya bilang cuma omon-omon aja. Sekarang kita lihat bersama, baru 2,5 bulan saja sudah banyak yang bisa kita lihat progresnya. Apalagi kalau lama dan bertahun-tahun,” tutupnya. Silaturahmi Pj Gubri bersama PMRJ dihadiri ratusan perantau asal Riau yang menetap di Jakarta.
Tampak juga hadir, Anggota DPR RI, Abdul Wahid, Syahrul Aidi, dan Ahmad, Pelaksanaan tugas (Plt) Bupati Kepulauan Meranti, Asmar, Pj Bupati Kampar, Hambali Mantan Gubernur Riau HM Rusli Zainal. Kemudian, ada pula Pj Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Indr SE, Ketua Majelis Lembaga Kerapatan Adat Melayu Riau, Datuk Seri Raja Marjohan Yusuf, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Riau, Adrias Haryanto, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Riau serta tamu undangan lainnya.(dre)
Pekanbaru Pos Riau