Minggu , 28 Juni 2026
Salah satu cuitan di akun fb Warga Kerubung Jaya kecewa dengan PJ Kerubung Jaya yang tak bermasyarakat.har

PJ Kades Dinilai Tak Bermasyarakat, Warga Minta Bupati Ambil Tindakan Tegas 

INHU (pekanbarupos.co) — Ramai di media sosial, khususnya di akun Facebook milik masyarakat desa Kerubung Jaya Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang ditujukan kepada PJ desa Kerubung Jaya, Abdul Manan.

Kendati tidak menyebut nama oknum Perangkat desa, ataupun PJ Kerubung Jaya di FB mereka, namun jika dicermati dari unggahan dan cuitan di medsos oleh masyarakat desa Kerubung Jaya ini, tertuju ke sosok PJ, si Abdul Manan. Hal itu lantaran desa Kerubung Jaya atau yang sering disebut DK3 ini sedang tidak memiliki Kepala desa sejak beberapa bulan kemarin lantaran selaku Kades mengundurkan diri untuk ikut kontestasi Pileg yang sudah berlangsung beberapa waktu lalu.

Maka untuk mengisi kekosongan kepala desa Kerubung Jaya itu lantas Bupati Inhu menunjuk Abdul Manan untuk menahkodai desa ini terhitung sejak September 2023 lalu. Sejumlah masyarakat menilai selaku PJ kades, Abdul Manan dinilai tak layak dan tak mampu membuat kemajuan di desa Eks Transmigrasi ini.

Demikian isi cuitan masyarakat di FB tersebut diantaranya. “Lurah dk3 Saiki cpo to kok irungE Ra tau ketok sliweran,nek gor teko lungoh tok Nang kantor trs Atep dadi opo dk3 ???dolan Nang warganE Yo ora tau piye jal ???”

Cuitan dengan bahas Jawa itu jika dibasa Indonesia kan menjadi ” Lurah dk3 siapa sih kok hidung nya gak pernah kelihatan, kalau hanya datang pergi ke kantor terus mau jadi apak dk3 ???, Main ke warganya saja tidak pernah terus gimana coba ???.

Cuitan lainnya juga berbunyi ” Bapak TERHORMAT di DK 3 sudah bersistem jemput bola terjun langsung mengikuti kegiatan rutinan yang ada, berinteraksi & berbaur dengan masyarakat jadi tau kondisi di lingkungan bagai mana,langkah apa yang harus di ambil,apa saja yang di butuhkan,,agar masyarakat bisa tau dan ke kenal,,Ini lebih banyak mereka gak kenal,gak tau,saking dekatnya anda dengan masyarakat,,”

Hal ini tentu menggambarkan jika si Abdul Manan selaku PJ tidak memasyarakat. Padahal yang dibutuhkan oleh masyarakat desa Kerubung Jaya adalah sosok pemimpin yang blusukan dan mengerti keluh kesah masyarakat. Sebab, konon kabarnya di desa Kerubung Jaya ini ada sejumlah kegiatan rutinan yang di laksanakan setiap bulan sekali, diantaranya pengajian rutin, gotong royong lingkungan tiap RT dan juga warga sering mempunyai hajatan. Namun selaku Kades tak pernah muncul dalam berbagai kegiatan itu.

Kemudian, warga lainnya juga terpantau di unggahan Fb menyentil Abdul Manan. Isi cuitan warga tersebut yang diketahui merupakan akun milik Ratno Wibowo. Ini unggahannya.

‘Pesan Khusus Dk.3 ( Buat Tokoh Atau Pun Aparatur Pemerintahan Desa) (.Jaga Aset Desa ) Yang Sudah Dimiliki Desa Yang selama Ini Tidak Terusik Oleh pihak mana pun.Jangan Terkesima Oleh Dalih Yang serta Merta Menjanji kan Oleh Pihak2 Lain Dari luar Daerah. Aset desa merupakan barang milik desa yang berasal dari kekayaan asli desa, dibeli atau diperoleh atas beban anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) atau perolehan hak lainnya yang sah.

Pengelolaan aset desa dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat desa serta meningkatkan pendapatan desa. Pengelolaan aset desa merupakan persoalan yang krusial, selain masalah anggaran dan keuangan desa. Apabila desa mampu melakukan pengelolaan aset secara baik dan berkelanjutan niscaya desa akan berperan besar dalam pengentasan kemiskinan.) Tetap Eksistensi Adik Adik Saya Yang Masih Di pemerintahan Desa Kerubung Jaya….Salam Sehat.Dari Ratno Wibowo..

Terkait adanya cuitan di FB tersebut, awak media lantas mengkonfirmasi para pemilik akun tersebut. Salah satunya, Ratno Wibowo. Rabu (7/8/2024), saat ditemui Ratno Wibowo menyebut jika PJ desa Kerubung Jaya, Abdul Manan masuk ke desa Kerubung Jaya ini sangat di sesalkan keberadaan Abdul Manan tidak banyak diketahui oleh masyarakat desa Kerubung.

“Tak pernah muncul jemput bola dan tak berbaur dengan masyarakat, tentu masyarakat mengira desa ini tidak punya Kades maupun PJ kades selaku orang tua kami,” sindir Suratno.

Hal senada juga dilontarkan oleh tokoh masyarakat desa Kerubung Jaya yang enggan disebutkan namanya. Menyoroti kejadian akhir akhir ini di Desanya ia merasa miris dan prihatin. Kini, desa ini diibaratkan olehnya seperti kehilangan sosok orang tua kandung dan hanya memiliki ‘bapak tiri’ alias PJ kades.

“Miris memang mendengar kabar yang terjadi didesa kami sekarang. Sosok PJ tak pernah ikut dalam kegiatan kemasyarakatan dan ditambah lagi PJ kades seenak sendiri ambil kebijakan tanpa musyawarah terlebih dahulu,” sesalnya.

Oleh sebab itu, untuk meredam kegaduhan ditengah tengah masyarakat, terutama kekecewaan yang dilontarkan melalui medsos. Dirinya meminta Camat hingga Bupati Inhu untuk mencopot Abdul Manan selaku PJ desa Kerubung Jaya dan mengganti dengan PJ yang lain.

“Kita minta PJ Kepala desa yang berdomisili di wilayah Kecamatan kita ini. Hal itu agar lebih mempermudah komunikasi dan interaksi selaku orang tua di desa ini dengan anak anak mereka, dalam hal ini masyarakat,” pungkasnya.(har)

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *