Minggu , 28 Juni 2026
Tangkapan Layar Video Kabel Hitam Sekitar Dua Kilometer Tanpa Tiang PLN dan kWh dipasang dalam rumah pelanggan.

Di Inhu, 2 Kilometer Kabel Listrik Tanpa Tiang, Tapi kWh di Rumah Pelanggan 

INHU (pekanbarupos.co) — Katanya, perusahaan listrik negara disingkat nama PLN adalah salah satu perusahaan milik negara memasuki usia 74 tahun berbenah mengurusi seluruh aspek kelistrikan termasuk pendistribusian bukan waktu yang singkat.

Faktanya, pelayanan unit PLN Cabang UP3 Rengat kepada pelanggan masih kurang memuaskan bahkan terkesan pilih kasih. Beberapa indikator pelayanan tidak memuaskan diantaranya ada di Kelurahan Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat dengan kondisi Tiang Listrik PLN tanpa kabel hingga 5 tahun dan ada kWh meteran bertahun-tahun di semak-semak.

Parahnya lagi di Desa Bongkal Malang Kecamatan Kelayang kabel listriknya mencapai dua kilometer hanya disokong kayu dan kWh meteran dipasang dirumah pelanggan, Toke Sawit, namun tak pernah disanksi.

Kondisi ini berbanding terbalik kepada pelanggan yang pernah disanksi tahun 2022 silam dengan denda sebesar Rp.8 juta, meteran dicabut akibat kWh meteran dipasang dalam rumah yang berjarak sekitar 800 meter dari tiang PLN.

Kembali ke Desa Morong Kecamatan Kelayang, Inhu, jaringan kabel listrik warna hitam semrawut tanpa tiang penyangga dari PT PLN UP3 Rengat dibenarkan ketua Lembaga Aliansi Indoensia (LAI), Rudi Walker Purba. “Tepat berada dipinggir jalan sekitar dua kilometer dengan kondisi terjuntai hampir ke tanah, ditopang menggunakan kayu supaya tidak tersentuh tanah, sehingga jika terus dibiarkan dapat mengancam keselamatan warga,” Rudi membenarkan.

Menurut Rudi, jika terus dibiarkan berpotensi jatuhnya korban kesetrum dan kebakaran. “PLN jangan pilih kasih, jika memang ada pelanggaran ya harus ditindak, termasuk oknum-oknum PLN nakal yang dengan sengaja melakukan pembiaran,” tegas Rudiwalker, Sabtu (10/8/24).

Manager Cabang PT PLN UP3 Rengat Suharno dan Humas, Gita Lorena dimintai tanggapan terbuka dari WAG ‘PLN Rengat Menyapa’ hanya membaca konfirmasi namun tidak memberi komentar.

Sedangkan kepala Kepala ULP PLN Ranting Airmolek diminta tanggapan mengaku tidak tahu. “Nanti kami lihat dulu kelapangan,” singkat Andri Salim dari seluler. (san)

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *