INHU (pekanbarupos.co) – Masyarakat mensinyair pembangunan jalan Airmolek II – Simpang Japura dari dana alokasi umum (DAU) tahun 2024 sebesar Rp. 668.533.250,00 di Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau, asal jadi.
Dugaan itu disampaikan salah seorang Tokoh Masyarakat Pasir Penyu, Hatta Munir. “Pembangunan Jalan Elak Desa Petalongan tembus Desa Lembah Dusun Gading sangat mulus jalannya cuma masyarakat betanye seperti kurang Batu Tanah Krokos nya, Takcayebontiiii???,” tulis Hatta melalui pesan whatsapp Pekanbaru Pos, belum lama ini.
Mantan anggota DPRD Inhu ini kembali berasumsi proyek itu asal jadi disebabkan anggaran menipis. “Duit APBD lagi kandas make tanah sertu nya kurang batu krokos,” tukas Hatta.
Ditanya tentang spek kepada rekanan CV Abi Mayu, Kabid Bina Marga dinas pekerjaan umum dan pemukim rakyat (DPUPR) Pemkab Inhu membenarkan dalam kontrak tidak pakai tanah urugan pilihan. “Speknya timbunannya dengan tanah biasa, bukan krokos,” jawab Suheri, Sabtu (10/8/24).
Kontraktor pelaksana kegiatan ditanya tentang dugaan proyek yang dibiayai negara itu asal jadi, membantah. “Itu tidak benar,” Andika menepis.
Kendati dikritik dugaan proyek dikerjakan asal jadi, Andika sebagai Kontraktor pelaksana tetap lapang dada karena sumber dana proyek bermula dari uang rakyat. “Saya tetap mengapresiasi sebab hal yang wajar jika masyarakat ikut peduli melakukan pengawasan,” tukas Andika.
Dijelaskan, proyek sepanjang 1000.3 meter itu dikerjakan dengan cara ketebalan timbunan tanah dispot-spot antara 60 centimeter, 80 centimeter hingga 1 meter.
Kalaupun ditemukan ada krokos yang diampar dibadan jalan, itu inisiatif kami dengan harapan jalan tersebut bisa dilalui oleh masyarakat dikala musim hujan tidak licin.
“Kalau ada masyarakat uang protes pembangunan jalan tidak pakai krokos atau kurang batu, menang benar. Sebab dalam kontrak juga tidak ada volume tanah krokos yang berbatuan,” paparnya. (san)
Pekanbaru Pos Riau